= SELAMAT DATANG DI BLOG ARTIKEL PENDIDIKAN BY JUMIANTO =

-== SELAMAT DATANG DI BLOG BERBAGI PENGETAHUAN OLEH JUMIANTO, S.Pd SEMOGA BERKAH DUNIA AKHIRAT= = -

Cari Blog Ini

Senin, 02 April 2012

MAKALAH DASAR DAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENELITIAN

MAKALAH DASAR DAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENELITIAN SDN OO9 BUKIT RAYA 
Dosen: Dra. Mefa Indriati, M.Pd

 Disusun oleh:

 ADE IRMA SURYANI 
 ARIF JOKO PRASETYO
 JUMIANTO 
 RITA YULIANI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
TA. 2010/2011


KATA PENGANTAR

Puji sukur Penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah penelitian ini dengan baik. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dra.Mefa Indriadi M.Pd selaku doosen pembimbing sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulis menyadari kalau makalah ini jauh dari kesempurnaan,sehingga penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Pekabaru, April 2011 Penulis BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam proses belajar mengajar, guru tidak dapat dipisahkan dari metode mengajar. Karena hal itu merupakan komponen penting dalam mengajar. Dalam hal ini, jika seorang guru tidak menggunakan metode dalam mengajar maka tujuan belajar yang ingin dicapai akan sulit untuk merealisasikannya. Proses belajar mengajar akan dapat dicapai dengan baik jika metode yang digunakan sesuai dan cocok dengan materi yang diajarkan. Namun, dalam proses belajar mengajar situasi dan kondisi yang nyaman di lingkungan sekolah juga berperan aktif dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Guru yang baik adalah guru yang mampu menjadikan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswanya, guru yang mampu menjadi panutan bagi para siswanya. 1.2. Tujuan Penulisan Pada dasarnya, tujuan penulisan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah “Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika” dengan dosen pembimbing Dra. Mefa Indriati, M.Pd. Namun, tidak hanya itu penulisan ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan bagi kami mahasiswa mengenai proses belajar mengajar disekolah, sehingga ada gambaran bagi kami sebagai modal untuk kami mengajar dikemudian hari.


BAB II METODE PENELITIAN 2.1. Waktu Penelitian Waktu penelitian yang kami lakukan yakni tiga hari, namun pelaksanaan observasi yang efektif hanya dua hari. Waktu penelitian yakni tanggal 29 Maret 2011, 11 April 2011 dan 12 April 2011. Pada penelitian tanggal 29 Maret 2011 kelompok kami hanya datang untuk meminta izin observasi. Baru pada tangal 11 dan 12 April 2011 kami melakukan observasi kedalam kelas. Dalam waktu yang sebenarnya kami anggap masih kurang, kami mengupayakan semaksimal mungkin dari hasil penelitian kami tersebut agar dapat mengumpulkan informasi yang kami butuhkan untuk menyusun laporan kami ini. 2.2. Tempat Penelittian Lokasi penelitian atau observasi kami yakni : Nama Sekolah : SD Negeri 009 Bukit Raya Alamat : Jln. Merak Kel. Tangkerang Labuai, Pekanbaru SD Negeri 009 Bukit Raya ini tepatnya terletak ± 7 Kilometer dari Kampus Universitas Islam Riau arah Jalan Jendral Sudirman Kota Pekanbaru. 2.3. Metode Penelitian Metode yang kami gunakan dalam melakukan observasi atau penelitian tentang bagaimana proses belajar mengajar di sekolah pada mata pelajaran matematika ini adalah metode penelitian langsung dan wawancara. 2.4. Rancangan dan Pelaksanaan Observasi. a. Rancangan Observasi Sebelum kami melakukan observasi, terlebih dahulu kami telah membuat rancangan kegiatan, apa yang akan kami lakukan di sekolah tersebut. Dengan rincian kegiatannya sebagai berikut: 1. Waktu melakukan observasi 2. Datang ke sekolah 3. Masuk ke kelas 4. Wawancara • Kepala sekolah • Guru kelas • Siswa 5. Pengumpulan data 6. Penyelesaian laporan b. Pelaksanaan Observasi Pelaksanaan observasi yang kami lakukan talah sesuai dengan rancangan yang telah kami buat untuk melakukan observasi ini.

BAB III HASIL PENELITIAN 
3.1. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu : • Pena • Kertas • Camera • Laptop 3.2. Hasil Penelitian 3.2.1. Hari Pertama ( Tanggal 29 Maret 2011) Pada hari pertama ini kami hanya melakukan kegiatan meminta izin kepada kepala sekolah serta meminta izin kepada guru kelas. Sehingga dalam penelitian ini kami tidak meninggalkan etika dalam bermasyarakat. Kelas yang kami observasi yakni kelas 4 A SD Negeri 009 Bukit Raya dengan wali kelas sekaligus pengajar bidang studi matematika di kelas 4 A ini yakni Ibu Rinawati, S.Pd yang berlatar belakang pendidikan biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (UR). Dan pada penelitian hari pertama mendapatkan beberapa informasi, baik itu dari kepala sekolah maupun guru – guru : • Nama Kepala Sekolah : Dra. Hj. Asmanida • Nama guru Kelas 4A : Rinawati. S.Pd • Jumlah guru : 33 orang ( 5 orang guru Agama, 2 orang guru olahraga, 3 orang guru B.Inggris) • Banyak kelas 1 – 6 : 17 Kelas • Jumlah Ruang Kelas : 12 Kelas • Ruang Kepsek : 1 Ruang • Ruang Majelis Guru : 1 Ruang • Ruang TU : 1 Ruang • Ruang Perpustakaan : 1 Buah • Kantin : 1 Buah • Toilet : 3 Buah ( 1 Guru & 2 Siswa ) • Kantin Jujur : 1 Buah Dalam pengupayaan peningkatan standar kelulusan atau KKM yang diterapkan di kelas 4A ini naik dari semester ganjil yang lalu yakni dari KKM 63 naik menjadi KKM 64 dengan kriteria ketuntasan rata – rata atau pencapain KKM hingga 70 % tuntas. Di kelas yang kami observasi yakni kelas 4A ini ada 40 siswa dalam 1 kelas, yang mana sebenarnya hanya 32 orang siswa. Tetapi ada kebijakan dari kepala sekolah untuk mengurangi jumlah kelas 4. Hal ini dimaksudkan karena peminat masuk sekolah ke SD 009 ini sangat tinggi yang mengakibatkan kekurangan ruang kelas. Laki – laki ada 24 orang dan perempuan ada 16 orang. Dan yang tak kalah mengejutkan kami di hari pertama ini ialah di hampir setiap kelas memiliki dispenser atau tempat air minum. Setelah kami Tanya kepada ibu guru bahwa dispenser tersebut adalah hasil dari siswa. Tentu timbul pertanyaan kami, kok bisa ya ? dan hal itu langsung terjawab bahwa majelis guru dan wali murid serta murid telah sepakat apabila anak tidak mengerjakan PR maka anak harus membayar sebesar Rp. 1000.-. Hal ini yang membuat kami salut karena dengan begitu siswa termotivasi untuk mengerjakan PR. Jika uang denda telah terkumpul dan dirasa cukup maka siswa lah yang menentukan akan dibeli apa uang itu dan apa yang dibutuhkan dalam kelas tersebut tentunya. 3.2.2. Hari kedua ( Tanggal 11 April 2011) Pada hari kedua penelitian ini kami melakukan observasi langsung kedalam kelas, pada penelitian kedua ini kami tidak melihat awal mula dimulai pelajaran, tetapi dalam hal ini kami sedikit banyak mendapatkan informasi yang kami butuhkan. Saat pertama memasuki ruang kelas, kami dapatkan bahwa sekolah ini menerapkan metode belajar PAKEM( Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan ), sehingga kesan yang timbul pada diri kami pertama ialah bahwa kelas yang kami observasi akan lebih hidup dengan suasana yang pasti akan menyenangkan. PAKEM ini sendiri menurut guru kelas 4A baru digunakan di sekolah ini baru pada semester genap ini, dan walaupun hanya baru terbilang sebentar penggunaan PAKEM dalam pembelajaran tapi sudah tampak keunggulannya. Menurut guru kelas bahwa sekarang ini siswa lebih berani untuk menyampaikan pendapat atau opini serta berani mengerjakan latihan di depan kelas, bahkan dari yang kami lihat saat observasi bahwa antusias siswa dalam mengerjakan latihan di depan kelas sangat baik itu dapat terlihat dengan banyaknya siswa yang mengacungkan tangan saat guru memberi umpan balik siapa yang mau mengerjakan di depan kelas. Dari cara guru mengatur tempat duduk siswa agar kelas tidak ribut adalah dengan memasangkan siswa laki – laki dan siswa perempuan. Dan sangat efektif sekali apa yang dilakukan oleh guru kelas. Karena dengan begitu siswa tidak akan ribut karena laki – laki akan merasa malu jika ribut karena berada di sebelah siswa perempuan. Penerapan PAKEM juga dapat terlihat dari berbagai kreasi siswa yang di tempel di dinding kelas seperti kata – kata mutiara,jadwal sholat, kreasi puisi, gambar-gambar bangun ruang serta banyak lagi kreasi – kreasi siswa yang mereka tuangkan dalam karya – karya mereka. Dalam kelas terdapat foto Presiden RI yang sekarang menjabat serta foto presiden pertama RI hingga sekarang. Selain foto presiden juga terdapat peta Prov. Riau serta peta Pekanbaru. Kemudian ada dua buah rak buku, rol panjang, meja guru,jam dinding, meja belajar siswa 20 buah serta bangku/kursi 40 buah dan juga dispenser. Pada observasi kedua ini guru sedang mengajar Pokok bahasan Bangun Datar, yakni tengah mempelajari mengenai materi persegi, persegi panjang dan segitiga. Dan diawal guru memberi penjelasan mengenai rumus, kemudian memberikan beberapa contoh hingga dirasa cukup. Kemudian setelah itu guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan soal yang di beri di depan kelas. Dan dari beberapa contoh / soal yang diberi tersebut ada juga yang belum dapat mengerjakan, jika begini kemudian guru menuntun siswa agar lebih memahami. Kemudian guru bertanya kepada siswa siapa yang berani mengerjakan soal tentunya dalam hal ini dengan angka yang berbeda sembari memeriksa ke setiap siswa apa mereka juga mencari di kertas / buku mereka dan kemudian guru menyuruh kembali beberapa siswa untuk mengerjakan di depan kelas. Guru juga tidak hanya terfokus pada satu atau dua siswa saja tetapi guru mengharapkan agar seluruh siswa berani dan hal terpenting dari penerapan PAKEM ialah salah-benar tidak menjadi masalah tetapi yang terpenting dahulu siswa berani mengerjakan di depan kelas. Karena jikapun seorang siswa salah saat mengerjakan didepan kelas kemudian guru menyuruh lagi siapa yang mau mengerjakannya, lalu anak yang salah dalam mengerjakan tadi melihat siswa yang lain mengerjakan di depan tersebut. Setelah itu guru kembali memberi soal dengan model sama tetapi dengan angka yang berbeda dan dengan begitu siswa tadi dapat mengerjakannya kembali. Dan yang kami lihat bahwa siswa sangat antusias sekali jika guru bertanya siapa yang mau mengerjakan didepan kelas, hal itu dapat terlihat dengan banyaknya siswa yang mengacungkan tangan. Setelah guru merasa cukup dengan beberapa contoh yang diberikan lalu guru memberi latihan sebanyak tiga soal dalam waktu 15 menit diharapkan siswa telah dapat menyelesaikannya. Kemudian suasana hening,karena siswa tengah mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. Yang kami lihat saat siswa mengerjakan latihan ada sebagian siswa yang tampak masih bingung,guru tidak hanya duduk di meja guru tetapi beliau juga membimbing siswa yang masih terlihat bingung dalam mengerjakan latihan.Setelah waktu berjalan 10 menit siswa telah banyak yang mengumpulkan latihan tadi kepada guru. Setelah semua siswa mengumpulkan latihan, kemudian guru memeriksa seluruh latihan siswa, dan menurut guru kelas setelah memeriksa bahwa 25 siswa yang hanya dapat menyelesaikan 3 soal latihan tadi dan sebayak 15 orang hanya mampu megerjakan 2 soal. Dari apa yang disampaikan guru kepada kelompok kami bahwa dari 15 orang siswa yang hanya benar mengerjakan 2 soal itu adalah siswa dari kelas B yang digabungkan ke kelas 4A ada 7 orang yang megerjakan dengan benar 2 soal. Menurutnya lagi bahwa siswa dari kelas 4B tersebut hanya ada 1 siswa yang mampu mengerjakan 3 soal. Hal itu menurutnya bahwa bimbingan yang diberikan guru sebelumnya kemungkinan kurang. Setelah itu pelajaran matematika pada hari senin tanggal 11 april 2011 telah selesai, lalu siswa kembali melanjutkan ke pelajaran selanjutnya yaitu IPS, dan kami pun permisi kepada guru kelas untuk keluar kelas karena kami hanya mengobservasi pembelajaran saat pelajaran matematika saja. Dan penelitian atau observasi pada hari senin tanggal 11 april 2011 ini pun telah selesai dengan telah terkumpulnya gambaran proses belajar mengajar pelajaran matematika di kelas 4A SD Negeri 009 Bukit Raya, sehingga kami pun kemudian memutuskan untuk pulang dan menyiapkan diri kembali untuk observasi esok hari. 3.2.3. Hari Ketiga ( tanggal 12 April 2011 ) Pada observasi hari ketiga yakni pada tanggal 12 april 2011 kami melihat sebelum siswa memasuki ruang kelas, seluruh siswa SD Negeri 009 Bukit Raya Berbaris di depan kelas masing – masing. Lalu kemudian siswa bersalaman dan mencium tangan guru saat memasuki ruang kelas. Hal ini membuktikan bahwa sekolah telah mengajarkan sopan santun dan tata krama. Bahwa seorang guru adalah orang tua murid selain di rumah sehingga sosok seorang guru akan menjadi panutan yang baik jika seorang guru tersebut mengajarkan hal yang baik pula. Setelah didalam kelas lalu kegiatan siswa diawal yaitu memberi salam hormat kepada guru dan mengucapkan salam lalu guru menjawab salam tersebut. Setelah itu siswa kemudian membaca doa sebelum belajar. Setelah itu lalu guru mengulang materi yang lalu dengan menyuruh salah satu siswa maju dan mengerjakan soal yang diberikan guru, karena siswa yang disuruh maju tadi tidak dapat mengerjakan soal lalu guru menyuruh siswa lain untuk mengerjakan kedepan dan yang siswa yang tidak dapat mengerjakan tadi di suruh memperhatikan temannya yang mengerjakan soal itu, kemudian setelah siswa dapat mengerjakan soal yang diobverikan tadi lalu siswa yang tidak dapat mengerjakan tadi diberi soal dengan angka yang berbeda. Sementara siswa mengerjakan didepan kelas banyak juga siswa lain yang memperlihatkan hasil kerjanya kepada guru. Selanjutnya guru melanjutkan materi hari ini yaitu masih mengenai bangun datar, yang mana pada bagian minggu lalu tentang persegi,persegi panjang dan segitiga namun pada hari ini mengenai jajaran genjang. Pada awalnya guru membawa pikiran siswa kedalam lingkungan yang menyinggung masalah jajaran genjang, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi jajaran genjang. Yang diambil guru dari lingkungan mengenai jajaran genjang ialah seperti ketupat. Setelah itu kemudian guru menjelaskan materi tentang jajaran genjang, dan setelah dirasa cukup kemudian memberi contoh serta menyuruh siswa mengerjakan soal yang diberikan guru ke depan kelas dan memilih secara acak siswa yang disuruh ke depan. Hal ini sama seperti apa yang dilakukan guru pada hari senin kemarin(tanggal 11 april 2011). Kemudian guru menanyakan siswa apakah siswa mengerti dan siswa menjawab mengerti lalu siswa diberi latihan sebanyak 4 soal esay dalam waktu 20 menit. Tetapi sama halnya seperti hasil observasi kami sebelumnya yakni banyak siswa yang telah mengumpulkan hasil kerja mereka sebelum waktu yang ditentukan habis, yang kami lihat bahwa dalam waktu 5 – 7 menit telah banyak siswa yang mengumpulkan latihan mereka. Namun ada juga siswa yang malah bercanda dan malas-malasan walaupun yang kami lihat bahwa siswa yang bercanda dengan temannya tersebut sebenarnya belum selesai mengerjakan. Guru kemudian memeriksa hasil kerja siswa yang telah selesai dan dalam suasana seperti ini banyak kejadian lucu yang kami lihat, sangat menyenangkan sekali melihat tinkah polah siswa – siswa ini. Kemudian waktu habis dan guru melanjutkan pelajaran baru lagi, karena pelajaran matematika telah habis lalu kamipun pamit kepada guru dan mengucapkan banyak terima kasih kepada guru serta siswa dan tak lupa meminta maaf karena telah mengganggu proses belajar mengajar mereka dan tanggapan mereka sangat membuat kami rindu untuk kembali kesekolah itu karena keramahan guru dan siswa. Setelah pamitan kepada guru dan siswa lalu kami menemui kepala sekolah untuk mengucapkan terima kasih karena telah mengizinkan kami melakukan observasi di sekolah SD Negeri 009 ini.

BAB IV ISI & PEMBAHASAN
4.1. Isi 
4.1.1. Hasil Penelitian Hari Pertama ( Tanggal 29 Maret 2011) Pada hari pertama ini kami hanya melakukan kegiatan meminta izin kepada kepala sekolah serta meminta izin kepada guru kelas. Sehingga dalam penelitian ini kami tidak meninggalkan etika dalam bermasyarakat. Kelas yang kami observasi yakni kelas 4 A SD Negeri 009 Bukit Raya dengan wali kelas sekaligus pengajar bidang studi matematika di kelas 4 A ini yakni Ibu Rinawati, S.Pd yang berlatar belakang pendidikan biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (UR). Dan pada penelitian hari pertama mendapatkan beberapa informasi, baik itu dari kepala sekolah maupun guru – guru : • Nama Kepala Sekolah : Dra. Hj. Asmanida • Nama guru Kelas 4A : Rinawati. S.Pd • Jumlah guru : 33 orang ( 5 orang guru Agama, 2 orang guru olahraga, 3 orang guru B.Inggris) • Banyak kelas 1 – 6 : 17 Kelas • Jumlah Ruang Kelas : 12 Kelas • Ruang Kepsek : 1 Ruang • Ruang Majelis Guru : 1 Ruang • Ruang TU : 1 Ruang • Ruang Perpustakaan : 1 Buah • Kantin : 1 Buah • Toilet : 3 Buah ( 1 Guru & 2 Siswa ) • Kantin Jujur : 1 Buah Dalam pengupayaan peningkatan standar kelulusan atau KKM yang diterapkan di kelas 4A ini naik dari semester ganjil yang lalu yakni dari KKM 63 naik menjadi KKM 64 dengan kriteria ketuntasan rata – rata atau pencapain KKM hingga 70 % tuntas. Di kelas yang kami observasi yakni kelas 4A ini ada 40 siswa dalam 1 kelas, yang mana sebenarnya hanya 32 orang siswa. Tetapi ada kebijakan dari kepala sekolah untuk mengurangi jumlah kelas 4. Hal ini dimaksudkan karena peminat masuk sekolah ke SD 009 ini sangat tinggi yang mengakibatkan kekurangan ruang kelas. Laki – laki ada 24 orang dan perempuan ada 16 orang. Dan yang tak kalah mengejutkan kami di hari pertama ini ialah di hampir setiap kelas memiliki dispenser atau tempat air minum. Setelah kami Tanya kepada ibu guru bahwa dispenser tersebut adalah hasil dari siswa. Tentu timbul pertanyaan kami, kok bisa ya ? dan hal itu langsung terjawab bahwa majelis guru dan wali murid serta murid telah sepakat apabila anak tidak mengerjakan PR maka anak harus membayar sebesar Rp. 1000.-. Hal ini yang membuat kami salut karena dengan begitu siswa termotivasi untuk mengerjakan PR. Jika uang denda telah terkumpul dan dirasa cukup maka siswa lah yang menentukan akan dibeli apa uang itu dan apa yang dibutuhkan dalam kelas tersebut tentunya. Hari kedua ( Tanggal 11 April 2011) Pada hari kedua penelitian ini kami melakukan observasi langsung kedalam kelas, pada penelitian kedua ini kami tidak melihat awal mula dimulai pelajaran, tetapi dalam hal ini kami sedikit banyak mendapatkan informasi yang kami butuhkan. Saat pertama memasuki ruang kelas, kami dapatkan bahwa sekolah ini menerapkan metode belajar PAKEM( Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan ), sehingga kesan yang timbul pada diri kami pertama ialah bahwa kelas yang kami observasi akan lebih hidup dengan suasana yang pasti akan menyenangkan. PAKEM ini sendiri menurut guru kelas 4A baru digunakan di sekolah ini baru pada semester genap ini, dan walaupun hanya baru terbilang sebentar penggunaan PAKEM dalam pembelajaran tapi sudah tampak keunggulannya. Menurut guru kelas bahwa sekarang ini siswa lebih berani untuk menyampaikan pendapat atau opini serta berani mengerjakan latihan di depan kelas, bahkan dari yang kami lihat saat observasi bahwa antusias siswa dalam mengerjakan latihan di depan kelas sangat baik itu dapat terlihat dengan banyaknya siswa yang mengacungkan tangan saat guru memberi umpan balik siapa yang mau mengerjakan di depan kelas. Dari cara guru mengatur tempat duduk siswa agar kelas tidak rebut adalah dengan memasangkan siswa laki – laki dan siswa perempuan. Dan sangat efektif sekali apa yang dilakukan oleh gur kelas. Karena dengan begitu siswa tidak akan rebut karena laki – laki akan merasa malu jika ribut karena berada di sebelah siswa perenpuan. Penerapan PAKEM juga dapat terlihat dari berbagai kreasi siswa yang di tempel di dinding kelas seperti kata – kata mutiara,jadwal sholat, kreasi puisi, gambar-gambar bangun ruang serta banyak lagi kreasi – kreasi siswa yang mereka tuangkan dalam karya – karya mereka. Dalam kelas terdapat foto Presiden RI yang sekarang menjabat serta foto presiden pertama RI hingga sekarang. Selain foto presiden juga terdapat peta Prov. Riau serta peta Pekanbaru. Kemudian ada dua buah rak buku, rol panjang, meja guru,jam dinding, meja belajar siswa 20 buah serta bangku/kursi 40 buah dan juga dispenser. Pada observasi kedua ini guru sedang mengajar Pokok bahasan Bangun Datar, yakni tengah mempelajari mengenai materi persegi, persegi panjang dan segitiga. Dan diawal guru member penjelasan mengenai rumus, kemudian memberikan beberapa contoh hingga dirasa cukup. Kemudian setelah itu guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan soal yang di beri di depan kelas. Dan dari beberapa contoh / soal yang diberi tersebut ada juga yang belum dapat mengerjakan, jika begini kemudian guru menuntun siswa agar lebih memahami. Kemudian guru bertanya kepada siswa siapa yang berani mengerjakan soal tentunya daalam hal ini dengan angka yang berbeda sembari memeriksa ke setiap siswa apa mereka juga mencari di kertas / buku mereka dan kemudian guru menyuruh kembali beberapa siswa untuk mengerjakan di depan kelas. Guru juga tidak hanya terfokus pada satu atau dua siswa saja tetapi guru mengharapkan agar seluruh siswa berani dan hal terpenting dari penerapan pakem ialah salah benar tidak menjadi masalah tetapi yang terpenting dahulu siswa berani mengerjakan di depan kelas. Karena jikapun seorang siswa salah saat mengerjakan didepan kelas kemudian guru menyuruh lagi siapa yang mau mengerjakannya, lalu anak yang salah dalam mengerjakan tadi melihat siswa yang lain mengerjakan di depan tersebut. Setelah itu guru kembali memberi soal dengan model sama tetapi dengan angka yang berbeda dan dengan begitu lalu yang kami lihat bahwa siswa tadi dapat mengerjakannya kembali. Dan yang kami lihat bahwa siswa sangat antusias sekali jika guru bertanya siapa yang mau mengerjakan didepan kelas, hal itu dapat terlihat dengan banyaknya siswa yang mengacungkan tangan. Setelah guru merasa cukup dengan beberapa contoh yang diberikan lalu guru memberi latihan sebanyak tiga soal dalam waktu 15 menit diharapkan siswa telah dapat menyelesaikannya. Kemudian suasana hening,karena siswa tengah mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru. Yang kami lihat saat siswa mengerjakan latihan ada sebagian siswa yang tampak masih bingung tetapi guru tidak hanya duduk di meja guru tetapi beliau juga membimbing siswa yang masih terlihat bingung dalam mengerjakan latihan.Setelah lebih kurang waktu telah berjalam 10 menit siswa telah banyak yang mengumpulkan latihan tadi kepada guru. Setelah semua siswa mengumpulkan latihan yang tadi diberikan oleh guru, kemudian guru memeriksa seluruh latihan siswa, dan menurut guru kelas setelah memeriksa bahwa ada 25 siswa yang hanya dapat menyelesaikan 3 soal latihan tadi dan sebayak 15 orang hanya mampu megerjakan 2 soal. Dari apa yang disampaikan guru kepada kelompok kami bahwa dari 15 orang siswa yang hanya benar mengerjakan 2 soal itu adalah siswa dari kelas B yang digabungkan ke kelas 4A ada 7 orang yang megerjakan dengan benar 2 soal. Menurutnya lagi bahwa siswa dari kelas 4B tersebut hanya ada 1 siswa yang mampu mengerjakan 3 soal. Hal itu menurutnya bahwa bimbingan yang diberikan guru sebelumnya kemungkinan kurang. Setelah itu pelajaran matematika pada hari senin tanggal 11 april 2011 telah selesai, lalu siswa kembali melanjutkan ke pelajaran selanjutnya yaitu IPS, dan kami pun permisi kepada guru kelas untuk keluar kelas karena kami hanya mengobservasi pembelajaran saat pelajaran matematika saja. Dan penelitian atau observasi pada hari senin tanggal 11 april 2011 ini pun telah selesai dengan telah terkumpulnya gambaran proses belajar mengajar pelajaran matematika di kelas 4A SD Negeri 009 Bukit Raya, sehingga kami pun kemudian memutuskan untuk pulang dan menyiapkan diri kembali untuk observasi esok hari. Hari Ketiga ( tanggal 12 April 2011 ) Pada observasi hari ketiga yakni pada tanggal 12 april 2011 kami melihat sebelum siswa memasuki ruang kelas, seluruh siswa SD Negeri 009 Bukit Raya Berbaris di depan kelas masing – masing. Lalu kemudian siswa bersalaman dan menciun tangan guru saat memasuki ruang kelas. Hal ini membuktikan bahwa sekolah telah mengajarkan sopan santun dan tata krama. Bahwa seorang guru adalah orang tua murid selain di rumah sehingga sosok seorang gur akan menjadi panutan yang baik jika seorang guru tersebut mengajarkan hal yang baik pula. Setelah didalam kelas lalu kegiatan siswa diawal yaitu member salam hormat kepada guru dan mengucapkan salam lalu guru menjawab salam tersebut. Setelah itu siswa kemudian membaca doa sbelum belajar. Setelah itu lalu guru mengulang materi yang lalu dengan menyuruh salah satu siswa maju dan mengerjakan soal yang diberikan guru, karena siswa yang disuruh maju tadi tidak dapat mengerjakan soal lalu guru menyuruh siswa lain untuk mengerjakan kedepan dan yang siswa yang tidak dapat mengerjakan tadi di suruh memperhatikan temannya yang mengerjakan soal itu, kemudian setelah siswa dapat mengerjakan soal yang dibverikan tadi lalu siswa yang tidak dapat mengerjakan tadi diberi soal dengan angka yang berbeda. Sementara siswa mengerjakan didepan kelas banyak juga siswa lain yang memperlihatkan hasil kerjanya kepada guru. Selanjutnya guru melanjutkan materi hari ini yaitu masih mengenai bangun datar, yang mana pada bagian minggu lalu tentang persegi,persegi panjang dan segitiga namun pada hari ini mengenai jajaran genjang. Pada awalnya guru membawa pikiran siswa kedalam lingkungan yang menyinggung masalah jajaran genjang, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi jajaran genjang. Yang diambil guru dari lingkungan mengenai jajaran genjang ialah seperti ketupat. Setelah itu kemudian guru menjelaskan materi tentang jajaran genjang, dan setelah dirasa cukup kemudian member contoh serta menyuruh siswa mengerjakan soal yang diberikan guru ke depan kelas dan memilih secara acak siswa yang disuruh ke depan. Hal ini sama seperti apa yang dilakukan guru pada hari senin kemarin(tanggal 11 april 2011). Kemudian guru menanyakan siswa apakah siswa mengerti dan siswa menjawab mengerti lalu siswa diberi latihan sebanyak 4 soal esay dalam waktu 20 menit. Tetapi sama halnya seperti hasil observasi kami sebelumnya yakni banyak siswa yang telah mengumpulkan hasil kerja mereka sebelum waktu yang ditentukan habis, yang kami lihat bahwa dalam waktu 5 – 7 menit telah banyak siswa yang mengumpulkan latihan mereka. Namun ada juga siswa yang malah bercanda dan maloas-malasan walaupun yang kami lihat bahwa siswa yang bercanda dengan teman nya tersebut sebenarnya belum selesai mengerjakan. Guru kemudian memeriksa hasil kerja siswa yang telah selesai dan dalam suasana seperti ini banyak kejadian lucu yang kami lihat, sangat menyenangkan sekali melihat tinkah polah siswa – siswa ini. Kemudian waktu habis dan guru melanjutkan pelajaran baru lagi, karena pelajaran matematika telah habis lalu kamipun pamit kepada guru dan mengucapkan banyak terima kasih kepada guru serta siswa dan tak lupa meminta maaf karena telah mengganggu proses belajar mengajar mereka dan tanggapan mereka sangat membuat kami rindu untuk kembali kesekolah itu karena keramahan guru dan siswa. Setelah pamitan kepada guru dan siswa lalu kami menemui kepala sekolah untuk mengucapkan terima kasih karena telah mengizinkan kami melakukan observasi di sekolah SD Negeri 009 ini. 4.1.2. Hasil Wawancara Wawancara dengan Guru kelas : Q : Nama ibu ? A : Rinawati, S.Pd Q : Background pendidikan ibu ? A : S1 Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau Q : Jumlah keseluruhan guru ada berapa orang bu ? A : Jumlah guru ada 33 orang dengan background rata – rata S1 dan jumlah guru Agama 5 orang, guru olahraga 2 orang, guru B.Inggris 3 orang, guru Matematika ada 2 orang Q : Jumlah ruang kelas ada berapa bu ? A : ada 12 ruang kelas, 1 ruang TU, 1 ruang majelis guru, 1 perpustakaan Q : jumlah murid yang ibu ajar ada berapa orang bu ? A : ada 40 orang dengan 24 orang laki-laki dan 16 orang perempuan Q : KKM yang diterapkan mata pelajaran Matematika itu berapa bu di sekolah ini ? A : Untuk kelas 4 itu KKM nya naik dari semester ganjil kemarin yakni naik dari 63 ke 64 Q : Lalu bu, tingkat ketuntasan dengan KKM 64 tersebut berapa persen bu ? A : kalau ketuntasannya itu lebih kurang 70 % tuntas Q : kami lihat bu dalam setiap ruang kelas itu ada dispenser, itu sumbangan sekolah,wali murid atau bagaiman itu ibu ? A : Itu semua didapat dari denda, jika siswa tidak mengerjakan PR maka dikenai denda sebesar Rp. 1.000,-, namun ini semua dapat terbeli setelah hampir satu semester dan jika uang dari denda kurang lalu pihak sekolah akan membantu, dan siswa lah yang menentukan mau dibelikan apa uang itu, dan tentunya yang bermanfaat bagi kelas mereka. Wawancara dengan Murid(kami hanya menanyai 6 orang siswa kelas 4A) : Q( kepada Nia) : Apa adik suka dengan mata pelajaran Matematika ? A(Nia) : saya sangat menyukai matematika, karena menurut saya matematika itu menyenangkan. Q(kepada Fariz): Apa adik suka dengan mata pelajaran Matematika ? A(Fariz) : Saya suka Matematika, karena itu sudah menjadi kesukaan saya Q(kepada Fauzi): Apa adik suka dengan mata pelajaran Matematika ? A(Fauzi) : saya tidak suka matematika, karena membuat saya pusing dan tidak menyenangkan untuk saya Q(Iqbal) : Apa adik suka dengan mata pelajaran Matematika ? A(Iqbal) : saya tidak suka matematika, karena sulit dan susah Q(Dina) : Apa adik suka dengan mata pelajaran Matematika ? A(Dina) : saya suka matematika karena menyenagkan sekali belajar matematika ini Q(Dandi) : Apa adik suka dengan mata pelajaran Matematika ? A(Dandi) : saya sangat suka sekali, karena sebab itu saya dapat menjadi juara kelas. Keterangan : Q = Question(pertanyaan) A = Answer(jawaban)


BAB V KESIMPULAN

5.1. Simpulan
Dari apa yang kami lihat dilapangan saat observasi bahwa metode dan system pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar sangat menentukan tingkat keberhasilan pembelajaran.

5.2. Saran
Sebaiknya guru menggunakan banyak metode dalam mengajar, sebab dengan begitu siswa yang kita ajar akan dapat mudah menyerap apa yang kita sampaikan. Dan untuk kita sebagai calon seorang guru ada baiknya kita mempelajari berbagai macam metode mengajar, sebab dengan kita banyak menguasai metode mengajar kita akan mudah untuk memilih metode mana yang lebih berhasil jika kita gunakan dalam mengajar.

Jumat, 16 Desember 2011

SOAL SMP TENTANG KESEBANGUNAN

SOAL
Mata pelajaran : Matematika
Kelas : IX Semester I
Waktu : 70 menit
PETUNJUK SOAL :
Berdo’a lah sebelum mengerjakan soal!
Pilihlah jawaban yang kamu anggap paling benar!
Berilah tanda silang (x) a, b, c, atau d pada lembar jawabanmu!
Kerjakanlah soal yang kamu anggap paling mudah terlebih dahulu!
Selamat bekerja !

SOAL

Gambar dibawah ini menunjukkan dua trapesium yang sebangun












nilai r adalah …….
Pembahasan :
16/12 =8/6 =r/9
8/6=r/9




Perhatikan gambar dibawah








Panjang AB =………
Pembahasan :
6/16=AB/32
AB=(6 x 32)/16=12
Kunci Jawaban : A

Perhatikan gambar dibawah ini






Panjang DC =
DC/(4+DC)=6/9
9DC = 24 + 6DC
9DC – 6DC = 24
3DC = 24
DC = 24/3 = 8
Kunci Jawaban : C
Dalam Δ DEF dan Δ RST diketahui
∠D = 600, ∠E = 40, ∠R = 800 dan ∠S = 600 pasangan sisi bersesuaian yang sebanding adalah
Pembahasan :
F = 180°-(60+40)°=100°
T = 180°-(80+40)°=40°

Kunci Jawaban : B

Dalam Δ ABC dan Δ DEF diketahui AB = 12 cm, BC = 8 cm, AC = 10 cm, DE = 16 cm, EF = 24 cm dan DF = 20 cm pasangan sudut yang sama besar adalah
Pembahasan :
∠A = ∠F, ∠B = ∠E, ∠C = ∠D
Kunci Jawaban : B

Segitiga yang berukuran 9 cm, 6 cm, dan 12 cm akan sebangun dengan segitiga yang berukuran
Pembahasan :
∆ PQR
P = 55°
Q = 80°
R = 180°-(55°+80°) = 45°
Kunci Jawaban : B

Perhatikan gambar dibawah ini






Tentukan nilai r = …………….
Pembahasan :
6/10=r/8
r = (6 x 8)/10= 48/10=4,8
Kunci Jawaban : B

Pada gambar dibawah ini, panjang KL = 4 cm dan ML = 5 cm







Maka panjang LN =
Pembahasan :
〖KL〗^2=LN x LM
4^2=LN x 5
16 = LN x 5
LN = 16/5 = 3,2
Kunci Jawaban : B

Pada gambar dibawah ini, panjang BC = 6 cm dan AC = 10 cm






Maka panjang DB = ………..
Pembahasan :
〖BC〗^2=CD x CA
〖 6〗^2=CD x 10
CD = 36/10 = 3,6
Kunci Jawaban : C

Pada gambar dibawah ini panjang AD = 8 cm dan AB = 20 cm



Maka panjang BC = ………….
BC=√(12 x 20 )
= √(240 )
Kunci Jawaban : C
Pada gambar dibawah ini, panjang PS = 6 cm dan PR = 10 cm





maka panjang PQ = ………..
Pembahasan :
PQ=√(6 x 10)
= √60
Kunci Jawaban : A

Pada gambar dibawah ini, panjang BC = 15 cm dan AD = √50







maka panjang CD = …………….
Pembahasan :
〖AD〗^2=CD x DB
〖(√(50 ))〗^2 = CD (15 – CD )
50 = 15CD - CD^2
CD^2 – 15C – 50 = 0
(CD – 10) = 0 => CD-5= 0






Perhatikan gambar disamping ini, bila diketahui AE = 60 cm, DE = 4 cm, AB = 16 cm dan CD = 8 cm maka panjang EF adalah = ……..
11,1 cm c. 11,3 cm
11, 2 cm d. 11,4 cm

Perhatikan gambar dibawah ini





Maka panjang AC =
9 c. 11
10 d. 12

Sebuah foto diletakkan pada sehelai karton berukuran 40 cm x l60 cm. disebelah atas, kiri dan kanan masih terdapat karton selebar 5 cm jika foto tadi sebangun dengan karton, maka lebar karton disebelah bawah yang tak tertutup oleh foto adalah
5 cm c. 15 cm
29 cm d. 10 cm

Sebuah pohon yang tingginya 40 cm mempunyai panjang bayangan 60 cm sedangkan sebuah tiang listrik mempunyai bayangan 12 m. Maka tinggi tiang listrik sebenarnya adalah
5 m c. 7 m
6 m d. 8 m

Hitunglah a, b dan c pada gambar dibawah ini





7,5 4,5 dan 4,5 c. 7,5 4,5 dan 6,5
7,5 5,5 dan 4,5 d. 7,5 4,5 dan 5,5

Dibawah ini pernyataan yang benar adalah
bangun kongruen pasti sebangun, tetapi bangun sebangun belum tentu kongruen
bangun kongruen belum tentu sebangun, tetapi bangun sebangun pasti kongruen
bangun kongruen belum tentu sebangun, bangun sebangun belum tentu kongruen
bangun kongruen pasti sebangun, bangun sebangun pasti kongruen

Dua bangun dikatakan sebangun jika
semua sudut sama besar
sisi – sisinya sama panjang
sisi – sisinya berhadapan
sudut bersesuaian sama besar

Segala siku – siku ABC dengan sudut siku – siku di A kongruen dengan segitiga PQR yang siku – siku di R, jika panjang BC = 10 cm dan QR = 8 cm. pernyataan berikut yang benar adalah
∠A = ∠R dan AB = PQ
∠B = ∠Q dan BC = PR
∠C = ∠P dan AC = PQ
∠A = ∠R dan BC = PQ








Pembahasan :
16/12 =8/6 =r/9
8/6=r/9

Alasan dipilihnya Pengecoh
B.
Pembahasan :
6/16=AB/32
AB=(6 x 32)/16=12
Kunci Jawaban : A

Panjang DC =
DC/(4+DC)=6/9
9DC = 24 + 6DC
9DC – 6DC = 24
3DC = 24
DC = 24/3 = 8
Kunci Jawaban : C

Pembahasan :
F = 180°-(60+40)°=100°
T = 180°-(80+40)°=40°
Kunci Jawaban : B

Pembahasan :
∠A = ∠F, ∠B = ∠E, ∠C = ∠D
Kunci Jawaban : B

Pembahasan :
∆ PQR
P = 55°
Q = 80°
R = 180°-(55°+80°) = 45°
Kunci Jawaban : B





Tentukan nilai r = …………….
Pembahasan :
6/10=r/8
r = (6 x 8)/10= 48/10=4,8
Kunci Jawaban : B
Maka panjang LN =
Pembahasan :
〖KL〗^2=LN x LM
4^2=LN x 5
16 = LN x 5
LN = 16/5 = 3,2
Kunci Jawaban : B

Maka panjang DB = ………..
Pembahasan :
〖BC〗^2=CD x CA
〖 6〗^2=CD x 10
CD = 36/10 = 3,6
Kunci Jawaban : C

Maka panjang BC = ………….
BC=√(12 x 20 )
= √(240 )
Kunci Jawaban : C
maka panjang PQ = ………..
Pembahasan :
PQ=√(6 x 10)
= √60
Kunci Jawaban : A




Maka panjang CD = …………….
Pembahasan :
〖AD〗^2=CD x DB
〖(√(50 ))〗^2 = CD (15 – CD )
50 = 15CD - CD^2
CD^2 – 15C – 50 = 0
(CD – 10) = 0 => CD-5= 0

Pembahasan :
Pertama buat garis bantu yg sejajar BC yaitu DH
Panjang CD = GF = BH = 8 cm
AH = AB – BH = 16 – 8 = 8 cm
Maka :

DE/AD= EG/(GH )  4/10= EG/(8 )
 EG = (4 x 8)/810= 32/10=3.2
Jadi, panjang EF = EG + GF = 3,2 + 8 = 11,2
⌊kunci jawaban∶B⌋
Pembahasan :
CD/AC= DE/(AB )
 (AC-4)/AC= 6/(9 )  9AC – 36 = 6AC
 3AC = 36  AC = 12
Kunci Jawaban : D
Pembahasan :
 30/40= (60-5-x)/(60 )
 30/40= (55-x)/(60 )
 55 – x = (30 x 60)/40  55 – x = 45  x = 10
Kunci Jawaban : D
Pembahasan :
 40/60= x/(12 )
 x = (40 x 12)/60  x = 480/60  x = 8
Kunci Jawaban : D
Pembahasan :
 a/b= 5/(4 )
 a = 5/(4 ) x 6
 a = 30/(4 )= 7,5
Jadi, a = 7,5 b = 4,5 c = 4,5
Jawabannya adalah: A
Pembahasan :

Jawaban : A. Bangun kongruen pasti sebangun, tetapi sebangun belum tentu kongruen

Pembahasan :

Jawaban : D. Sudut bersesuaian sama besar

Pembahasan :

Jawaban : D
A = A dan BC = PQ

Senin, 21 Maret 2011

upaya penanggulangan pencemaran air

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah hirabbil’alamin, puji syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah pengetahuan lingkungan tentang “ Upaya Penaggulangan Pencemaran Air”. Makalah ini dibuat berdasarkan pengalaman membaca buku-buku maupun sumber-sumber bacaaan yang berkaitan tentang materi tersebut.
Dengan adanya makalah ini , penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu penulis dalam pembuatan makalah ini.
Sebagaimana upaya peningkatan kualitas yang tidak akan pernah selesai, demikian pula dangan makalah ini tentunya akan sangat memerlukan kritikan maupun saran dari para pembaca. Untuk itu kritik dan saran dapat disampaikan secara langsung kepada penulis. Mudah-mudahan dengan membaca makalah ini dapat menambah wawasan kita tentang lingkungan makhluk hidup, amin.



Pekanbaru, 21 Maret 2011

PENULIS
JUMIANTO
UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 2
1.2. Tujuan Penulisan 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3
BAB III Pembahasan 12
3.1. Pencemaran Air 12
3.2. Upaya Penaggulangan Pencemaran Air 13
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 20
4.1. Simpulan 20
4.2. Saran 16
DAFTAR PUSTAKA 21



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Latar belakang penulisan makalah ini pada dasarnya ialah jika kita melihat Indonesia merupakan negara kedua setelah Brazil yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis.
Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mencuci dan keperluan lain. Air tersebut mempunyai standar 3 B yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Tetapi adakalanya kita melihat air yang berwarna keruh dan berbau serta sering kali bercampur dengan benda-benda sampah seperti kaleng, plastik, dan sampah organic. Pemandangan seperti ini kita jumpai pada aliran sungai atau dikolam-kolam. Air yang demikian biasa disebut air kotor atau disebut pula air yang terpolusi.Darimana polutan itu berasal ?Bagi kita, khususnya masyarakat pedesaan sungai adalah sumber air sehari-hari. Sumber polutan dapat berasal dari mana-mana. Contohnya limbah-limbah industri dibuang dan dialirkan ke sungai. Semua akhirnya bermuara di sungai dan pencemaran polutan air ini dapat merugikan manusia bila manusia mengkonsumsi air yang tercemar. Maka dari itu kelompok kami ingin membahas upaya pencegahan pencemaran air melalui makalah ini.



1.2. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini pada dasarnya ialah yang pertama merupakan syarat mengikuti ujian mata kuliah “Pengetahuan Lingkungan” yang di asuh oleh Bapak Dosen Drs. H. T. Ariful Amri, M.Si.
Namun dari sisi lain kami juga ingin mengetahui bagaimana upaya pemecahan masalah dalam penanggulangan pencemaran air. Sehingga kami dapat mengimplementasikan dalam kehidupan keseharian kami, dan dapat menggunakan cara – cara dalam upaya pemecahan masalah pencemaran air tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
◊ Upaya Penanggulangan Pencemaran Air ◊
Pencemaran adalah suatu penyimpangan dari keadaan normalnya. Jadi pencemaran air tanah adalah suatu keadaan air tersebut telah mengalami penyimpangan dari keadaan normal. Keadaan normal air tergantung pada factor penentu, yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air. Pencemar air dikelompokkan dalam, pencemar bahan buangan organic, pencemar bahan buangan an organic , dan bahan buangan zat kimia.(Natah, 2007, Jurnal Pemukiman)
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Meskipun dunia penuh dengan air, hanya tiga persen itu minum. Termasuk dalam sumber 3% air minum adalah sungai, musim semi, sungai, danau, dan air terjun yang terus menerus terancam dan terkontaminasi oleh berbagai faktor yang menyebabkan pencemaran air. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.( KORAN ANAK INDONESIA, Jakarta, Yudhasmara Publisher)
Pencegahan Pencemaran Air
5R itu Reduce, Reuse, Recycle, Recharge dan Recovery. Dua yang terakhir adalah usaha pemulihan, misalnya dengan pembuatan lubang biopori dan sumur resapan. Sedangkan contoh recycle yaitu dengan memanfaatkan air mandi untuk menyiram tanaman atau nyuci kendaraan.( KORAN ANAK INDONESIA, Jakarta, Yudhasmara Publisher)
10 Cara Mencegah Pencemaran Air
1. Gunakan air dengan bijaksana.
2. Kurangi penggunaan deterjen.
3. Kurangi konsumsi obat-obat kimia.
4. Kurangi penggunaan obat nyamuk dan pembasmi serangga.
5. Kurangi penggunaan bahan-bahan yang sulit terurai.
6. Kelola sampah rumah tangga dengan baik.
7. Menanam pohon.
8. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
9. Menggalakkan industri daur ulang.
10. Pengelolaan limbah pada industri rumah tangga.( www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -)
Sampai batas – batas tertentu sebenarnya air secara alamiah akan mampu membersihkan zat pencemar tersebut. Namun karena jumlah zat pencemaran berlebihan maka kemampuan itu menjadi hilang. Air yang tercemar dapat dikurangi kadar pencemarannya dengan menyaring, mengencerkan, dan mengendapkan.(Drs. Slamet Prawirohartono dkk, 2000, Sains Biologi – 1b Untuk SMU kelas 1 tengah tahun kedua, Bandung, Hal. 103)
Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air Tanah
Pegenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob jadi, air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam yang waktu yang sangat lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk.

Karena ini banyak usaha untuk menajaga agar tanah tetap bersih misalnya:
1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman
2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem
3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis – jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
4. Memperluas gerakan penghijauan
5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
6. Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya
7. Melakukan intensifikasi pertanian
Adapun cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenai dengan sebutan banjir pun ada dua macam
1. Banjir Bandang dapat diatasi secara meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu
2. banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap.(M. ALI MAS'UD,2009, Makalah Pencemaran Air, Sidoarjo, hal. 5)
Langkah Penyelesaian Penanggulangan pencemaran air
Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).
Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.
Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan
Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain. (Artikel kimia, 02 Januari 2009,Dampak Pencemaran Lingkungan )
Menanggulangi Pencemaran Air
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air.
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Beberapa cara penanggulangan pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
• Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
• Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
• Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
• Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
2. Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup
• Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
• Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.
• Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
• Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Seharusnya, kita berperilaku terpuji dan santun terhadap lingkungan. Memuliakan air adalah salah satu bentuk wujud nyata yang bisa kita lakukan guna kelangsungan hidup bersama.( Artikel, Cara Penanggulangan Pencemaran Air, AnneAhira.com)




Dua Cara Mencegah Limbah pemukiman
CARA-CARA MENCEGAH LIMBAH PEMUKIMAN (TINDAKAN PREFENTIF)
Untuk mencegah agar supaya limbah pemukiman tidak menyebabkan pencemaran lingkungan, maka dilakukan upaya-upaya pencegahan yakni : Tidak membuang sampah kesungai,Tidak memakai deterjen secara berlebihan,Tidak melakukan pembuangan industri yang mengandung Pb,Hg, Zn karena dapat mencemari lingkungan / peraiaran.
CARA-CARA MENANGGULANGI LIMBAH PEMUKIMAN (TINDAKAN KURATIF) Limbah dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Apabila hal ini sudah terlanjur ada didalam lingnkungan hidup kita, maka harus ada upaya penanggulangannya limbah pemukiman. Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi limbah pemukiman yaitu: Mengelolah sampah, Membuang sampah ditempatnya,Tidak membuang sampah kesungai.( PANDI SURYADI, Januari 2011, KARYA ILMIAH DAMPAK PENCEMARAN AIR OLEH LIMBAH PEMUKIMAN PADA MASYARAKAT, Taluk Kuantan)
Pencegahanpencemaran Air juga dapat dilakukan dengan upaya pemerintah menerbitkan peraturan dalam bentuk PP, Perda dan lain sebagainya.
Seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air .
Ada juga PERATURAN Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, diterbitkan dengan dasar pertimbangan kondisi mutu air pada sumber air di wilayah Jabar yang semakin menurun akibat pencemaran dari segala aktivitas manusia. Hal tersebut mengakibatkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pengelolaan kualitas air di dalam Perda No. 3/2004 adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan, sesuai dengan peruntukannya untuk menjamin agar kualitas air tetap dalam kondisi alamiahnya. Sedangkan pengendalian pencemaran air adalah upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air, serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air.
Sebenarnya pada tingkat pemerintah pusat, terdapat pula ketentuan yang sama, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Akan tetapi sesuai dengan prinsip - prinsip otonomi daerah, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar mengeluarkan perda tersendiri, untuk memenuhi kebutuhan pengaturan yang aktual dan faktual di wilayahnya. (Sumber : Biro Hukum Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Oleh KARTONO SARKIM Penulis, wartawan Pikiran Rakyat)
Upaya yang dilakukan Pengprov Riau dan Pemkot Pekanbaru dalam penanganan Pencemaran air di DAS siak.
Pekanbaru, Kompas - Usaha untuk menindak tegas para pengusaha yang telah mencemari Sungai Siak kini mulai terlihat. Untuk pertama kali, sejak peristiwa kematian ribuan ekor ikan di sungai tersebut pada 8 Juni 2004 lalu, Pemerintah Kota Pekanbaru memanggil lima pengusaha yang diduga kuat telah mencemari air di daerah aliran sungai Siak. Akan tetapi, hanya dua pengusaha saja yang memenuhi panggilan, sementara tiga pengusaha lainnya tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas. hanya dua pengusaha saja yang memenuhi panggilan, sementara tiga pengusaha lainnya tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas.( Kompas - 13 Juli 2004)
Harian kompas tertanggal 27 Agustus 2007, salah satu upaya yang harus dilakukan Pemda Riau mengatasi pencemaran air di DAS Siak ialah pengusulan pengelolaan Daerah Aliran Sungai Siak harus di serahkan kepada sebuah lembaga atau badan langsung di bawah Pemerintah Provinsi Riau. Usul ini tercantum dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Siak, yang telah diajukan Gubernur Riau kepada DPRD Riau. Prof Adnan Kasry, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak, yang dipercaya menyusun rancangan Perda DAS Siak, Minggu (13/5), menjelaskan, pengelolaan DAS Siak secara terpadu perlu segera diwujudkan. Ini penting mengingat tingkat pencemaran dan kerusakan DAS Siak sudah semakin parah.( Kompas, 27 Agustus, 2007)
Cara pencegahan dan penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan sebagai berikut:
1) Cara pemakaian pestisida sesuai aturan yang ada.
2) Sisa air buangan pabrik dinetralkan lebih dahulu sebelum dibuang ke sungai
3) Pembuangan air limbah pabrik tidak boleh melalui daerah pemukiman penduduk. Hal ini bertujuan untuk menghindari keracunan yang mungkin terjadi karena penggunaan air sungai oleh penduduk.
4) Setiap rumah hendaknya membuat septi tank yang baik.
Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan
Pada dasarnya ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan, yaitu:
1. Secara Administratif
Upaya pencegahan pencemaran lingkungan secara administratif adalah pencegahan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Contohnya adalah dengan keluarnya undang-undang tentang pokok-pokok pengelolaan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Dengan adanya AMDAL sebelum adanya proyek pembangunan pabrik dan proyek yang lainnya.
2. Secara Teknologis
Cara ini ditempuh dengan mewajibkan pabrik untuk memiliki unit pengolahan limbah sendiri. Sebelum limbah pabrik dibuang ke lingkungan, pabrik wajib mengolah limbah tersebut terlebih dahulu sehingga menjadi zat yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
3. Secara Edukatif
Cara ini ditempuh dengan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan dan betapa bahayanya pencemaran lingkungan. Selain itu, dapat dilakukan melalui jalur pendidikan-pendidikan formal atau sekolah.( ahmad cecep sofyan Hariri, 2010 Biologi
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.
Penyebab
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
• Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
• Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
• Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
• Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum
Akibat
• Dapat menyebabkan banjir
• Erosi
• Kekurangan sumber air
• Dapat membuat sumber penyakit
• Tanah Longsor
• Dapat merusak Ekosistem sungai
3.2. Upaya Penanggulangan Pencemaran Air
Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan
Pada dasarnya ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan, yaitu:
1. Secara Administratif
Upaya pencegahan pencemaran lingkungan secara administratif adalah pencegahan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Contohnya adalah dengan keluarnya undang-undang tentang pokok-pokok pengelolaan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Dengan adanya AMDAL sebelum adanya proyek pembangunan pabrik dan proyek yang lainnya.

2. Secara Teknologis
Cara ini ditempuh dengan mewajibkan pabrik untuk memiliki unit pengolahan limbah sendiri. Sebelum limbah pabrik dibuang ke lingkungan, pabrik wajib mengolah limbah tersebut terlebih dahulu sehingga menjadi zat yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
3. Secara Edukatif
Cara ini ditempuh dengan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan dan betapa bahayanya pencemaran lingkungan. Selain itu, dapat dilakukan melalui jalur pendidikan-pendidikan formal atau sekolah.( ahmad cecep sofyan Hariri, 2010 Biologi)
Menanggulangi Pencemaran Air
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air.
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya. . (www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -).
Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, menetapkan beberapa cara penanggulangan pencemaran air yang bisa diterapkan oleh kita.
Beberapa cara penanggulangan pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
• Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
• Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
• Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
• Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
2. Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup
• Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
• Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.
• Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
• Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Seharusnya, kita berperilaku terpuji dan santun terhadap lingkungan. Memuliakan air adalah salah satu bentuk wujud nyata yang bisa kita lakukan guna kelangsungan hidup bersama.
Penanggulangan Pencemaran Air
Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan melalui:
• Perubahan perilaku masyarakat
• Pembuatan kolam/bak pengolahan limbah cair
Perubahan Perilaku Masyarakat Secara alami, ekosistem air dapat melakukan “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badanair. Kemampuan ini ada batasnya. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan disembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang diterapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen. Sampah-sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan.Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipantau pelaksanaannya dan pelanggarnya dijatuhi hukuman. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah, dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bisa dialirkan ke selokan-selokan atau sungai. Dengan demikian akan tercipta sungai yang bersih dan memiliki fungsi ekologis.
Tindakan yang Perlu Dilakukan oleh Masyarakat:
1. Tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau, laut dll.
2. Tidak menggunakan sungai atau danau untuk tempat mencuci truk, mobil dan sepeda motor
3. Tidak menggunakan sungai atau danau untuk wahana memandikan ternak dan sebagai tempat kakus
4. Tidak minum air dari sungai, danau atau sumur tanpa dimasak dahulu
Pembuatan Kolam Pengolah Limbah Cair
Saat ini mulai digalakkan pembuatan WC umum yang dilengkapi septic tank di daerah/lingkungan yangrata-rata penduduknya tidak memiliki WC. Setiap sepuluh rumah disediakan satu WC umum. Upaya demikian sangat bersahabat dengan lingkungan, murah dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur / airtanah.Selain itu, sudah saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian, air kamarmandi, dan lain-lain) secara kolektif, agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokan atausungai.
Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalambeberapa kolam kemudiandibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti.

Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan, sungai dll.) hanyalah air yang tidak tercemar.
Salah satu contoh tahap-tahap proses pengolahan air buangan adalah sebagai berikut:
a) Proses penanganan primer, yaitu memisahkan air buangan dari bahan-bahan padatan yang mengendap atau mengapung.
b) Proses penanganan sekunder, yaitu proses dekomposisi bahan-bahan padatan secara biologis
c) Proses pengendapan tersier, yaitu menghilangkan komponen-komponen fosfor dan padatan tersuspensi,terlarut atau berwarna dan bau. Untuk itu bisa menggunakan beberapa metode bergantung pada komponen yang ingin dihilangkan.
- Pengendapan, yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan fosfor.
- Adsorbsi, yaitu menghilangkan bahan-bahan organik terlarut, berwarna atau bau.
- Elektrodialisis, yaitu menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut dengan menggunakan tenaga
listrik
- Osmosis, yaitu mengurangi kandungan garam-garam organik maupun mineral dari air
- Klorinasi, yaitu menghilangkan organisme penyebab penyakit
Tahapan proses pengolahan air buangan tidak selalu dilakukan seperti di atas, tetapi bergantung padajenis limbah yang dihasilkan. Hasil akhir berupa air tak tercemar yang siap dialirkan ke badan air danlumpur yang siap dikelola lebih lanjut. Berdasarkan penelitian, tanaman air seperti enceng gondok dapat dimanfaatkan untuk menyerap bahan pencemar di dalam air.
“PADA INTINYA ADALAH MANAGEMENT SAMPAH”

BAB IV
PENUTUP
4.1. Simpulan
Air merupakan kebutuhan makhluk hidup, maka dalam hal ini kualitas air harus tetap terjaga. Namun air juga dapat tercemar oleh bahan – bahan pencemar seperti pencemar bahan buangan organic, bahan buangan an organic,bahan buangan kimia. Upaya pencegahan & penaggulangan pencemaran air ini, dan pada dasarnya ada tiga hal pokok yang perlu di perhatikan dalam pencegahan pencemaran air, yakni : Penanggulangan secara administrative , teknologi dan edukatif.
4.2. Saran
Untuk menjaga kualitas air maka kita selaku makhluk yang sangat rentan melakukan pencemaran terhadap air maka, kita harus sadar akan lingkungan artinya bahwa kita lah yang menjaga lingkungan ini agar tetap baik. Mari bersama kita jaga lingkungan ini agar tetap dapat kita nikmati dan demi anak cucu kita di hari kemudian.

DAFTAR PUSTAKA
• Drs. Slamet Prawirohartono, 2000, Biologi – 1b untuk SMU kelas 1 tengah tahun kedua, Bandung, Bumi Aksara
• Natah, 2007, Jurnal Pemukiman
• Pusat litbang SDA, Jurnal Teknologi pengendalian Air di indonesia
• Artikel kimia
• Pandisuryadi-berbagiilmu.blogspot.com/…/karya-ilmiah-dampak-pencemaran-air-oleh-html
• Ipvt.blogspot.com/2009/2/makalah-pencemaran-air.html –
• restorasibumi.blogspot.com/…/cara-mencegah-pencemaran-air.html-
• idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/…/pencemaran-air/hal. 17.html -
• www.anneahira.com
• www.kompas.com
• www.kapanlagi.com
• www.pikiranrakyat.com