= SELAMAT DATANG DI BLOG ARTIKEL PENDIDIKAN BY JUMIANTO =

-== SELAMAT DATANG DI BLOG BERBAGI PENGETAHUAN OLEH JUMIANTO, S.Pd SEMOGA BERKAH DUNIA AKHIRAT= = -

Cari Blog Ini

Jumat, 16 Desember 2011

SOAL SMP TENTANG KESEBANGUNAN

SOAL
Mata pelajaran : Matematika
Kelas : IX Semester I
Waktu : 70 menit
PETUNJUK SOAL :
Berdo’a lah sebelum mengerjakan soal!
Pilihlah jawaban yang kamu anggap paling benar!
Berilah tanda silang (x) a, b, c, atau d pada lembar jawabanmu!
Kerjakanlah soal yang kamu anggap paling mudah terlebih dahulu!
Selamat bekerja !

SOAL

Gambar dibawah ini menunjukkan dua trapesium yang sebangun












nilai r adalah …….
Pembahasan :
16/12 =8/6 =r/9
8/6=r/9




Perhatikan gambar dibawah








Panjang AB =………
Pembahasan :
6/16=AB/32
AB=(6 x 32)/16=12
Kunci Jawaban : A

Perhatikan gambar dibawah ini






Panjang DC =
DC/(4+DC)=6/9
9DC = 24 + 6DC
9DC – 6DC = 24
3DC = 24
DC = 24/3 = 8
Kunci Jawaban : C
Dalam Δ DEF dan Δ RST diketahui
∠D = 600, ∠E = 40, ∠R = 800 dan ∠S = 600 pasangan sisi bersesuaian yang sebanding adalah
Pembahasan :
F = 180°-(60+40)°=100°
T = 180°-(80+40)°=40°

Kunci Jawaban : B

Dalam Δ ABC dan Δ DEF diketahui AB = 12 cm, BC = 8 cm, AC = 10 cm, DE = 16 cm, EF = 24 cm dan DF = 20 cm pasangan sudut yang sama besar adalah
Pembahasan :
∠A = ∠F, ∠B = ∠E, ∠C = ∠D
Kunci Jawaban : B

Segitiga yang berukuran 9 cm, 6 cm, dan 12 cm akan sebangun dengan segitiga yang berukuran
Pembahasan :
∆ PQR
P = 55°
Q = 80°
R = 180°-(55°+80°) = 45°
Kunci Jawaban : B

Perhatikan gambar dibawah ini






Tentukan nilai r = …………….
Pembahasan :
6/10=r/8
r = (6 x 8)/10= 48/10=4,8
Kunci Jawaban : B

Pada gambar dibawah ini, panjang KL = 4 cm dan ML = 5 cm







Maka panjang LN =
Pembahasan :
〖KL〗^2=LN x LM
4^2=LN x 5
16 = LN x 5
LN = 16/5 = 3,2
Kunci Jawaban : B

Pada gambar dibawah ini, panjang BC = 6 cm dan AC = 10 cm






Maka panjang DB = ………..
Pembahasan :
〖BC〗^2=CD x CA
〖 6〗^2=CD x 10
CD = 36/10 = 3,6
Kunci Jawaban : C

Pada gambar dibawah ini panjang AD = 8 cm dan AB = 20 cm



Maka panjang BC = ………….
BC=√(12 x 20 )
= √(240 )
Kunci Jawaban : C
Pada gambar dibawah ini, panjang PS = 6 cm dan PR = 10 cm





maka panjang PQ = ………..
Pembahasan :
PQ=√(6 x 10)
= √60
Kunci Jawaban : A

Pada gambar dibawah ini, panjang BC = 15 cm dan AD = √50







maka panjang CD = …………….
Pembahasan :
〖AD〗^2=CD x DB
〖(√(50 ))〗^2 = CD (15 – CD )
50 = 15CD - CD^2
CD^2 – 15C – 50 = 0
(CD – 10) = 0 => CD-5= 0






Perhatikan gambar disamping ini, bila diketahui AE = 60 cm, DE = 4 cm, AB = 16 cm dan CD = 8 cm maka panjang EF adalah = ……..
11,1 cm c. 11,3 cm
11, 2 cm d. 11,4 cm

Perhatikan gambar dibawah ini





Maka panjang AC =
9 c. 11
10 d. 12

Sebuah foto diletakkan pada sehelai karton berukuran 40 cm x l60 cm. disebelah atas, kiri dan kanan masih terdapat karton selebar 5 cm jika foto tadi sebangun dengan karton, maka lebar karton disebelah bawah yang tak tertutup oleh foto adalah
5 cm c. 15 cm
29 cm d. 10 cm

Sebuah pohon yang tingginya 40 cm mempunyai panjang bayangan 60 cm sedangkan sebuah tiang listrik mempunyai bayangan 12 m. Maka tinggi tiang listrik sebenarnya adalah
5 m c. 7 m
6 m d. 8 m

Hitunglah a, b dan c pada gambar dibawah ini





7,5 4,5 dan 4,5 c. 7,5 4,5 dan 6,5
7,5 5,5 dan 4,5 d. 7,5 4,5 dan 5,5

Dibawah ini pernyataan yang benar adalah
bangun kongruen pasti sebangun, tetapi bangun sebangun belum tentu kongruen
bangun kongruen belum tentu sebangun, tetapi bangun sebangun pasti kongruen
bangun kongruen belum tentu sebangun, bangun sebangun belum tentu kongruen
bangun kongruen pasti sebangun, bangun sebangun pasti kongruen

Dua bangun dikatakan sebangun jika
semua sudut sama besar
sisi – sisinya sama panjang
sisi – sisinya berhadapan
sudut bersesuaian sama besar

Segala siku – siku ABC dengan sudut siku – siku di A kongruen dengan segitiga PQR yang siku – siku di R, jika panjang BC = 10 cm dan QR = 8 cm. pernyataan berikut yang benar adalah
∠A = ∠R dan AB = PQ
∠B = ∠Q dan BC = PR
∠C = ∠P dan AC = PQ
∠A = ∠R dan BC = PQ








Pembahasan :
16/12 =8/6 =r/9
8/6=r/9

Alasan dipilihnya Pengecoh
B.
Pembahasan :
6/16=AB/32
AB=(6 x 32)/16=12
Kunci Jawaban : A

Panjang DC =
DC/(4+DC)=6/9
9DC = 24 + 6DC
9DC – 6DC = 24
3DC = 24
DC = 24/3 = 8
Kunci Jawaban : C

Pembahasan :
F = 180°-(60+40)°=100°
T = 180°-(80+40)°=40°
Kunci Jawaban : B

Pembahasan :
∠A = ∠F, ∠B = ∠E, ∠C = ∠D
Kunci Jawaban : B

Pembahasan :
∆ PQR
P = 55°
Q = 80°
R = 180°-(55°+80°) = 45°
Kunci Jawaban : B





Tentukan nilai r = …………….
Pembahasan :
6/10=r/8
r = (6 x 8)/10= 48/10=4,8
Kunci Jawaban : B
Maka panjang LN =
Pembahasan :
〖KL〗^2=LN x LM
4^2=LN x 5
16 = LN x 5
LN = 16/5 = 3,2
Kunci Jawaban : B

Maka panjang DB = ………..
Pembahasan :
〖BC〗^2=CD x CA
〖 6〗^2=CD x 10
CD = 36/10 = 3,6
Kunci Jawaban : C

Maka panjang BC = ………….
BC=√(12 x 20 )
= √(240 )
Kunci Jawaban : C
maka panjang PQ = ………..
Pembahasan :
PQ=√(6 x 10)
= √60
Kunci Jawaban : A




Maka panjang CD = …………….
Pembahasan :
〖AD〗^2=CD x DB
〖(√(50 ))〗^2 = CD (15 – CD )
50 = 15CD - CD^2
CD^2 – 15C – 50 = 0
(CD – 10) = 0 => CD-5= 0

Pembahasan :
Pertama buat garis bantu yg sejajar BC yaitu DH
Panjang CD = GF = BH = 8 cm
AH = AB – BH = 16 – 8 = 8 cm
Maka :

DE/AD= EG/(GH )  4/10= EG/(8 )
 EG = (4 x 8)/810= 32/10=3.2
Jadi, panjang EF = EG + GF = 3,2 + 8 = 11,2
⌊kunci jawaban∶B⌋
Pembahasan :
CD/AC= DE/(AB )
 (AC-4)/AC= 6/(9 )  9AC – 36 = 6AC
 3AC = 36  AC = 12
Kunci Jawaban : D
Pembahasan :
 30/40= (60-5-x)/(60 )
 30/40= (55-x)/(60 )
 55 – x = (30 x 60)/40  55 – x = 45  x = 10
Kunci Jawaban : D
Pembahasan :
 40/60= x/(12 )
 x = (40 x 12)/60  x = 480/60  x = 8
Kunci Jawaban : D
Pembahasan :
 a/b= 5/(4 )
 a = 5/(4 ) x 6
 a = 30/(4 )= 7,5
Jadi, a = 7,5 b = 4,5 c = 4,5
Jawabannya adalah: A
Pembahasan :

Jawaban : A. Bangun kongruen pasti sebangun, tetapi sebangun belum tentu kongruen

Pembahasan :

Jawaban : D. Sudut bersesuaian sama besar

Pembahasan :

Jawaban : D
A = A dan BC = PQ

Senin, 21 Maret 2011

upaya penanggulangan pencemaran air

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah hirabbil’alamin, puji syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah pengetahuan lingkungan tentang “ Upaya Penaggulangan Pencemaran Air”. Makalah ini dibuat berdasarkan pengalaman membaca buku-buku maupun sumber-sumber bacaaan yang berkaitan tentang materi tersebut.
Dengan adanya makalah ini , penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu penulis dalam pembuatan makalah ini.
Sebagaimana upaya peningkatan kualitas yang tidak akan pernah selesai, demikian pula dangan makalah ini tentunya akan sangat memerlukan kritikan maupun saran dari para pembaca. Untuk itu kritik dan saran dapat disampaikan secara langsung kepada penulis. Mudah-mudahan dengan membaca makalah ini dapat menambah wawasan kita tentang lingkungan makhluk hidup, amin.



Pekanbaru, 21 Maret 2011

PENULIS
JUMIANTO
UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 2
1.2. Tujuan Penulisan 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3
BAB III Pembahasan 12
3.1. Pencemaran Air 12
3.2. Upaya Penaggulangan Pencemaran Air 13
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 20
4.1. Simpulan 20
4.2. Saran 16
DAFTAR PUSTAKA 21



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Latar belakang penulisan makalah ini pada dasarnya ialah jika kita melihat Indonesia merupakan negara kedua setelah Brazil yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis.
Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mencuci dan keperluan lain. Air tersebut mempunyai standar 3 B yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Tetapi adakalanya kita melihat air yang berwarna keruh dan berbau serta sering kali bercampur dengan benda-benda sampah seperti kaleng, plastik, dan sampah organic. Pemandangan seperti ini kita jumpai pada aliran sungai atau dikolam-kolam. Air yang demikian biasa disebut air kotor atau disebut pula air yang terpolusi.Darimana polutan itu berasal ?Bagi kita, khususnya masyarakat pedesaan sungai adalah sumber air sehari-hari. Sumber polutan dapat berasal dari mana-mana. Contohnya limbah-limbah industri dibuang dan dialirkan ke sungai. Semua akhirnya bermuara di sungai dan pencemaran polutan air ini dapat merugikan manusia bila manusia mengkonsumsi air yang tercemar. Maka dari itu kelompok kami ingin membahas upaya pencegahan pencemaran air melalui makalah ini.



1.2. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini pada dasarnya ialah yang pertama merupakan syarat mengikuti ujian mata kuliah “Pengetahuan Lingkungan” yang di asuh oleh Bapak Dosen Drs. H. T. Ariful Amri, M.Si.
Namun dari sisi lain kami juga ingin mengetahui bagaimana upaya pemecahan masalah dalam penanggulangan pencemaran air. Sehingga kami dapat mengimplementasikan dalam kehidupan keseharian kami, dan dapat menggunakan cara – cara dalam upaya pemecahan masalah pencemaran air tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
◊ Upaya Penanggulangan Pencemaran Air ◊
Pencemaran adalah suatu penyimpangan dari keadaan normalnya. Jadi pencemaran air tanah adalah suatu keadaan air tersebut telah mengalami penyimpangan dari keadaan normal. Keadaan normal air tergantung pada factor penentu, yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air. Pencemar air dikelompokkan dalam, pencemar bahan buangan organic, pencemar bahan buangan an organic , dan bahan buangan zat kimia.(Natah, 2007, Jurnal Pemukiman)
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Meskipun dunia penuh dengan air, hanya tiga persen itu minum. Termasuk dalam sumber 3% air minum adalah sungai, musim semi, sungai, danau, dan air terjun yang terus menerus terancam dan terkontaminasi oleh berbagai faktor yang menyebabkan pencemaran air. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.( KORAN ANAK INDONESIA, Jakarta, Yudhasmara Publisher)
Pencegahan Pencemaran Air
5R itu Reduce, Reuse, Recycle, Recharge dan Recovery. Dua yang terakhir adalah usaha pemulihan, misalnya dengan pembuatan lubang biopori dan sumur resapan. Sedangkan contoh recycle yaitu dengan memanfaatkan air mandi untuk menyiram tanaman atau nyuci kendaraan.( KORAN ANAK INDONESIA, Jakarta, Yudhasmara Publisher)
10 Cara Mencegah Pencemaran Air
1. Gunakan air dengan bijaksana.
2. Kurangi penggunaan deterjen.
3. Kurangi konsumsi obat-obat kimia.
4. Kurangi penggunaan obat nyamuk dan pembasmi serangga.
5. Kurangi penggunaan bahan-bahan yang sulit terurai.
6. Kelola sampah rumah tangga dengan baik.
7. Menanam pohon.
8. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
9. Menggalakkan industri daur ulang.
10. Pengelolaan limbah pada industri rumah tangga.( www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -)
Sampai batas – batas tertentu sebenarnya air secara alamiah akan mampu membersihkan zat pencemar tersebut. Namun karena jumlah zat pencemaran berlebihan maka kemampuan itu menjadi hilang. Air yang tercemar dapat dikurangi kadar pencemarannya dengan menyaring, mengencerkan, dan mengendapkan.(Drs. Slamet Prawirohartono dkk, 2000, Sains Biologi – 1b Untuk SMU kelas 1 tengah tahun kedua, Bandung, Hal. 103)
Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air Tanah
Pegenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob jadi, air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam yang waktu yang sangat lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk.

Karena ini banyak usaha untuk menajaga agar tanah tetap bersih misalnya:
1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman
2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem
3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis – jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
4. Memperluas gerakan penghijauan
5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
6. Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya
7. Melakukan intensifikasi pertanian
Adapun cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenai dengan sebutan banjir pun ada dua macam
1. Banjir Bandang dapat diatasi secara meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu
2. banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap.(M. ALI MAS'UD,2009, Makalah Pencemaran Air, Sidoarjo, hal. 5)
Langkah Penyelesaian Penanggulangan pencemaran air
Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).
Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.
Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan
Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain. (Artikel kimia, 02 Januari 2009,Dampak Pencemaran Lingkungan )
Menanggulangi Pencemaran Air
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air.
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Beberapa cara penanggulangan pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
• Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
• Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
• Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
• Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
2. Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup
• Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
• Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.
• Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
• Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Seharusnya, kita berperilaku terpuji dan santun terhadap lingkungan. Memuliakan air adalah salah satu bentuk wujud nyata yang bisa kita lakukan guna kelangsungan hidup bersama.( Artikel, Cara Penanggulangan Pencemaran Air, AnneAhira.com)




Dua Cara Mencegah Limbah pemukiman
CARA-CARA MENCEGAH LIMBAH PEMUKIMAN (TINDAKAN PREFENTIF)
Untuk mencegah agar supaya limbah pemukiman tidak menyebabkan pencemaran lingkungan, maka dilakukan upaya-upaya pencegahan yakni : Tidak membuang sampah kesungai,Tidak memakai deterjen secara berlebihan,Tidak melakukan pembuangan industri yang mengandung Pb,Hg, Zn karena dapat mencemari lingkungan / peraiaran.
CARA-CARA MENANGGULANGI LIMBAH PEMUKIMAN (TINDAKAN KURATIF) Limbah dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Apabila hal ini sudah terlanjur ada didalam lingnkungan hidup kita, maka harus ada upaya penanggulangannya limbah pemukiman. Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi limbah pemukiman yaitu: Mengelolah sampah, Membuang sampah ditempatnya,Tidak membuang sampah kesungai.( PANDI SURYADI, Januari 2011, KARYA ILMIAH DAMPAK PENCEMARAN AIR OLEH LIMBAH PEMUKIMAN PADA MASYARAKAT, Taluk Kuantan)
Pencegahanpencemaran Air juga dapat dilakukan dengan upaya pemerintah menerbitkan peraturan dalam bentuk PP, Perda dan lain sebagainya.
Seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air .
Ada juga PERATURAN Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, diterbitkan dengan dasar pertimbangan kondisi mutu air pada sumber air di wilayah Jabar yang semakin menurun akibat pencemaran dari segala aktivitas manusia. Hal tersebut mengakibatkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pengelolaan kualitas air di dalam Perda No. 3/2004 adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan, sesuai dengan peruntukannya untuk menjamin agar kualitas air tetap dalam kondisi alamiahnya. Sedangkan pengendalian pencemaran air adalah upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air, serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air.
Sebenarnya pada tingkat pemerintah pusat, terdapat pula ketentuan yang sama, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Akan tetapi sesuai dengan prinsip - prinsip otonomi daerah, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar mengeluarkan perda tersendiri, untuk memenuhi kebutuhan pengaturan yang aktual dan faktual di wilayahnya. (Sumber : Biro Hukum Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Oleh KARTONO SARKIM Penulis, wartawan Pikiran Rakyat)
Upaya yang dilakukan Pengprov Riau dan Pemkot Pekanbaru dalam penanganan Pencemaran air di DAS siak.
Pekanbaru, Kompas - Usaha untuk menindak tegas para pengusaha yang telah mencemari Sungai Siak kini mulai terlihat. Untuk pertama kali, sejak peristiwa kematian ribuan ekor ikan di sungai tersebut pada 8 Juni 2004 lalu, Pemerintah Kota Pekanbaru memanggil lima pengusaha yang diduga kuat telah mencemari air di daerah aliran sungai Siak. Akan tetapi, hanya dua pengusaha saja yang memenuhi panggilan, sementara tiga pengusaha lainnya tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas. hanya dua pengusaha saja yang memenuhi panggilan, sementara tiga pengusaha lainnya tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas.( Kompas - 13 Juli 2004)
Harian kompas tertanggal 27 Agustus 2007, salah satu upaya yang harus dilakukan Pemda Riau mengatasi pencemaran air di DAS Siak ialah pengusulan pengelolaan Daerah Aliran Sungai Siak harus di serahkan kepada sebuah lembaga atau badan langsung di bawah Pemerintah Provinsi Riau. Usul ini tercantum dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Siak, yang telah diajukan Gubernur Riau kepada DPRD Riau. Prof Adnan Kasry, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak, yang dipercaya menyusun rancangan Perda DAS Siak, Minggu (13/5), menjelaskan, pengelolaan DAS Siak secara terpadu perlu segera diwujudkan. Ini penting mengingat tingkat pencemaran dan kerusakan DAS Siak sudah semakin parah.( Kompas, 27 Agustus, 2007)
Cara pencegahan dan penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan sebagai berikut:
1) Cara pemakaian pestisida sesuai aturan yang ada.
2) Sisa air buangan pabrik dinetralkan lebih dahulu sebelum dibuang ke sungai
3) Pembuangan air limbah pabrik tidak boleh melalui daerah pemukiman penduduk. Hal ini bertujuan untuk menghindari keracunan yang mungkin terjadi karena penggunaan air sungai oleh penduduk.
4) Setiap rumah hendaknya membuat septi tank yang baik.
Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan
Pada dasarnya ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan, yaitu:
1. Secara Administratif
Upaya pencegahan pencemaran lingkungan secara administratif adalah pencegahan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Contohnya adalah dengan keluarnya undang-undang tentang pokok-pokok pengelolaan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Dengan adanya AMDAL sebelum adanya proyek pembangunan pabrik dan proyek yang lainnya.
2. Secara Teknologis
Cara ini ditempuh dengan mewajibkan pabrik untuk memiliki unit pengolahan limbah sendiri. Sebelum limbah pabrik dibuang ke lingkungan, pabrik wajib mengolah limbah tersebut terlebih dahulu sehingga menjadi zat yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
3. Secara Edukatif
Cara ini ditempuh dengan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan dan betapa bahayanya pencemaran lingkungan. Selain itu, dapat dilakukan melalui jalur pendidikan-pendidikan formal atau sekolah.( ahmad cecep sofyan Hariri, 2010 Biologi
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.
Penyebab
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
• Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
• Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
• Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
• Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum
Akibat
• Dapat menyebabkan banjir
• Erosi
• Kekurangan sumber air
• Dapat membuat sumber penyakit
• Tanah Longsor
• Dapat merusak Ekosistem sungai
3.2. Upaya Penanggulangan Pencemaran Air
Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan
Pada dasarnya ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan, yaitu:
1. Secara Administratif
Upaya pencegahan pencemaran lingkungan secara administratif adalah pencegahan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Contohnya adalah dengan keluarnya undang-undang tentang pokok-pokok pengelolaan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Dengan adanya AMDAL sebelum adanya proyek pembangunan pabrik dan proyek yang lainnya.

2. Secara Teknologis
Cara ini ditempuh dengan mewajibkan pabrik untuk memiliki unit pengolahan limbah sendiri. Sebelum limbah pabrik dibuang ke lingkungan, pabrik wajib mengolah limbah tersebut terlebih dahulu sehingga menjadi zat yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
3. Secara Edukatif
Cara ini ditempuh dengan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan dan betapa bahayanya pencemaran lingkungan. Selain itu, dapat dilakukan melalui jalur pendidikan-pendidikan formal atau sekolah.( ahmad cecep sofyan Hariri, 2010 Biologi)
Menanggulangi Pencemaran Air
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air.
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya. . (www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -).
Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, menetapkan beberapa cara penanggulangan pencemaran air yang bisa diterapkan oleh kita.
Beberapa cara penanggulangan pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
• Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
• Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
• Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
• Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
2. Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup
• Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
• Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.
• Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
• Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Seharusnya, kita berperilaku terpuji dan santun terhadap lingkungan. Memuliakan air adalah salah satu bentuk wujud nyata yang bisa kita lakukan guna kelangsungan hidup bersama.
Penanggulangan Pencemaran Air
Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan melalui:
• Perubahan perilaku masyarakat
• Pembuatan kolam/bak pengolahan limbah cair
Perubahan Perilaku Masyarakat Secara alami, ekosistem air dapat melakukan “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badanair. Kemampuan ini ada batasnya. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan disembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang diterapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen. Sampah-sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan.Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipantau pelaksanaannya dan pelanggarnya dijatuhi hukuman. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah, dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bisa dialirkan ke selokan-selokan atau sungai. Dengan demikian akan tercipta sungai yang bersih dan memiliki fungsi ekologis.
Tindakan yang Perlu Dilakukan oleh Masyarakat:
1. Tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau, laut dll.
2. Tidak menggunakan sungai atau danau untuk tempat mencuci truk, mobil dan sepeda motor
3. Tidak menggunakan sungai atau danau untuk wahana memandikan ternak dan sebagai tempat kakus
4. Tidak minum air dari sungai, danau atau sumur tanpa dimasak dahulu
Pembuatan Kolam Pengolah Limbah Cair
Saat ini mulai digalakkan pembuatan WC umum yang dilengkapi septic tank di daerah/lingkungan yangrata-rata penduduknya tidak memiliki WC. Setiap sepuluh rumah disediakan satu WC umum. Upaya demikian sangat bersahabat dengan lingkungan, murah dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur / airtanah.Selain itu, sudah saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian, air kamarmandi, dan lain-lain) secara kolektif, agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokan atausungai.
Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalambeberapa kolam kemudiandibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti.

Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan, sungai dll.) hanyalah air yang tidak tercemar.
Salah satu contoh tahap-tahap proses pengolahan air buangan adalah sebagai berikut:
a) Proses penanganan primer, yaitu memisahkan air buangan dari bahan-bahan padatan yang mengendap atau mengapung.
b) Proses penanganan sekunder, yaitu proses dekomposisi bahan-bahan padatan secara biologis
c) Proses pengendapan tersier, yaitu menghilangkan komponen-komponen fosfor dan padatan tersuspensi,terlarut atau berwarna dan bau. Untuk itu bisa menggunakan beberapa metode bergantung pada komponen yang ingin dihilangkan.
- Pengendapan, yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan fosfor.
- Adsorbsi, yaitu menghilangkan bahan-bahan organik terlarut, berwarna atau bau.
- Elektrodialisis, yaitu menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut dengan menggunakan tenaga
listrik
- Osmosis, yaitu mengurangi kandungan garam-garam organik maupun mineral dari air
- Klorinasi, yaitu menghilangkan organisme penyebab penyakit
Tahapan proses pengolahan air buangan tidak selalu dilakukan seperti di atas, tetapi bergantung padajenis limbah yang dihasilkan. Hasil akhir berupa air tak tercemar yang siap dialirkan ke badan air danlumpur yang siap dikelola lebih lanjut. Berdasarkan penelitian, tanaman air seperti enceng gondok dapat dimanfaatkan untuk menyerap bahan pencemar di dalam air.
“PADA INTINYA ADALAH MANAGEMENT SAMPAH”

BAB IV
PENUTUP
4.1. Simpulan
Air merupakan kebutuhan makhluk hidup, maka dalam hal ini kualitas air harus tetap terjaga. Namun air juga dapat tercemar oleh bahan – bahan pencemar seperti pencemar bahan buangan organic, bahan buangan an organic,bahan buangan kimia. Upaya pencegahan & penaggulangan pencemaran air ini, dan pada dasarnya ada tiga hal pokok yang perlu di perhatikan dalam pencegahan pencemaran air, yakni : Penanggulangan secara administrative , teknologi dan edukatif.
4.2. Saran
Untuk menjaga kualitas air maka kita selaku makhluk yang sangat rentan melakukan pencemaran terhadap air maka, kita harus sadar akan lingkungan artinya bahwa kita lah yang menjaga lingkungan ini agar tetap baik. Mari bersama kita jaga lingkungan ini agar tetap dapat kita nikmati dan demi anak cucu kita di hari kemudian.

DAFTAR PUSTAKA
• Drs. Slamet Prawirohartono, 2000, Biologi – 1b untuk SMU kelas 1 tengah tahun kedua, Bandung, Bumi Aksara
• Natah, 2007, Jurnal Pemukiman
• Pusat litbang SDA, Jurnal Teknologi pengendalian Air di indonesia
• Artikel kimia
• Pandisuryadi-berbagiilmu.blogspot.com/…/karya-ilmiah-dampak-pencemaran-air-oleh-html
• Ipvt.blogspot.com/2009/2/makalah-pencemaran-air.html –
• restorasibumi.blogspot.com/…/cara-mencegah-pencemaran-air.html-
• idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/…/pencemaran-air/hal. 17.html -
• www.anneahira.com
• www.kompas.com
• www.kapanlagi.com
• www.pikiranrakyat.com

Kamis, 10 Maret 2011

Microsof

MICROSOFT OFFICE 2007







Dibuat oleh : JUMIANTO
NPM : 096410956




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UIR
LANGKAH – LANGKAH MENGGUNAKAN KOMPUTER
A. Hidupkan Komputer
B. Tunggu tampilan pada monitor
C. Akan tampil pada monitor desktop seperti pada gambar 1










Gambar 1. Layar Deskto
CARA MEMBUKA MICROSOFT-WORD
Langkah – Langkah :
Klik start, program, Microsoft word, perhatikan pada gambar 2










Gambar 2. Tampilam membuka WORD
TAMPILAN LAYAR MICROSOFT WORD












Gambar 3. Tampilan layar Microsoft word
Dalam Microsoft office terdapat aplikasi – aplikasi yaitu seperti
1. Microsoft office Word
2. Microsoft office Excel
3. Microsoft office Powerpoint









Gambar 4. Tampilan Microsoft excel

Gambar 5. Tampilan Microsoft Powerpoint

Sabtu, 12 Februari 2011

TEORI BELAJAR

BAB I
TEORI BELAJAR

1. PENGERTIAN TEORI BELAJAR
Teori belajar adalah teori yang pragmatik dan eklektik. Teori dengan sifat demikian ini hampir dipastikan tidak pemah mempunyai sifat ekstrim. Tidak ada teori belajar yang secara ekstrim memperhatikan aspek mahasiswa saja, misalnya. Atau teori belajar yang hanya mementingkan aspek dosen saja, kurikulurn saja, dan sebagainya.
titik fokus yang menjadi pusat perhatian suatu teori menurut berbagai aiiran, psikologi yang mempengaruhi teori¬teori tersebut. Ada pula yang mengelompokkannya menurut titik fokus dari teori-teori tersebut. Bahkan ada yang menggolong-gollongkan teori belajar menurut ahli yang mengembangkan teori-teori itu. Tak jadi soal taksonomi mana yang kita ikuti. Yang penting kita menyadari bahwa sebuah taksonomi adalah tak lebih dari suatu usaha untuk menyederhanakan permasalahan serta mempermudah pembahasannya.
Dalam hal ini, secara umum, semua teori belajar dapat Alta kelompokkan menjadi empat golongan atau aliran. yaitu aliran tingkah laku, kognitif, humcnistik, dan sibernetik. Aliran tingkah laku menekankan pada "hasil" dari proses belajar. Aliran kognitif menekankan pada "proses" belajar. Aliran humanis menekankan pada "isi" atau apa yang dipelajari. Dan aliran sibernetik menekankan pada "sistem informasi" yang dipelajari. Kita kaji keempat teori ini satu per satu.

A. Aliran Tingkah Laku
Menurut aliran tingkah laku, belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Atau lebih tepat: perubahan yang dialami mahasiswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus clan respon. Meskipun semua penganut aliran ini setuju dengan premis dasar ini, namun mereka berbeda pendapat dalam beberapa hal penting.

B. Thorndike
Belajar, adalah poses interaksi antara stimulus (yang mungikin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan Respon (yang juga bisa berbentuk pikiran, perasaan, atau gerakan). Jelasnya. menurut Thorndike, perubahan tingkah laku itu boleti berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati), atau, yang non-konkret (tidak dapat diamati).
Meskipun Thorndike tidak menjelaskan bagaimana caranya mengukur berbagai tingkah laku yang non-konkret itu (pengukuran adalah satu hal yang menjadi obsesi semuapenganut aliran tingkah laku), tetapi teori Thorndike ini telah banyak memberikan inspirasi kepada pakar lain yang datang sesudahnya. Teori thorndike ini juga di sebut sebagai aliran "koneksionis" (Connectionism).

C. Watson
Watson mengabaikan berbagai perubahan mental yang mungkin terjadi dalam belajar dan menganggapnya sebagai faktor yang tak perlu diketahui. bukan, berarti semua perubahan mental yang terjadi dalam benak mahasiswa tidak penting. Semua itu penting. Tapi,
faktor-faktor tersebut tidak dapat menjelaskan apakah proses belajar sudah tetadi atau belurn
kita lihat disini, penganut aliran tingkah lake lebih senang memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak dapat diukur, meskipun mereka tetap mengakui bahwa semua hal itu penting. Teori Watson ini juga disebut sebagai aliran TingkahLake (Behaviorism)
tiga pakar lain adalah Clark hull, Edwin Guthrie, dan B. F. Skiners terakhir ini juga menggunakan variabel Stimulus-Respon untuk menjelaskan teori-teori mereka. Namun, meskipun ketiga pakar ini mendapat julukan yang sama, yaitu pendiri Aliran Tingkah Laku Baru (Neo Behaviorist), mereka, berbeda sate sama lain dalam beberapa hal prinsipil.



D. Clark Hull
Clark Hull sangat terpengauh oleh teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles Darwin. Bagi Hull, seperti dalam teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga kelangsungan hidup. Karena itu, dalam teori Hull, kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral. Stimulus hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis ini, meskipun respon mungkin berrmacam-macam bentuknva.

E. Edwin Guthrie
Menurut Edwin Guthrie, stimulus tidak harus berbentuk kebutuhan biologis. Hal penting dalam teori Guthrie adalah, bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung bersifat sementara. Karena itu, diperlukan pemberian stimulus yang sering agar hubungan itu menjadi lebih langgeng. Selain itu, suatu respon akan lebih kuat (dan bahkan menjadi kebiasaan) bila respon tersebut berhubungan dengan berbagai macam stimulus.
Guthrie juga Percaya bahwa "hukuman" memegang peran penting dalam proses belajar. Menurut Guthrie, suatu hukuman yang diberikan pada saat yang tepat, akan mampu merubah kebiasaan seseorang. Kelak, faktor hukuman ini tak Lagi dominan dalam teori-teori tingkah lake, terutama setelah kroner makin mempopulerkan ide tentang "penguat"
(reinforcement).
Dari semua pendukung teori tingkah laku, mungkin. teori Skinner-lah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar. Beberapa program pembelajaran seperti Teaching Machine, Mathematics, atau program-program lain yang memakai konsep stimulus, respon, dan faktor "penguat" (reinforcement), adalah contoh¬contoh program yang memanfaatkan teori Skinner ini.

F. Skinner
Skinner, yang datang kemudian, mempunyai pendapai lagi, yang temyata mampu mengalahkan pamor teori teori Hull dan Guthrie. Hal ini mungkin karena kemampuan Skinlner dalam "menyederhanakan" kerumitan teorinya Berta menjelaskan konsep-konsep, yang ada dalam teorinya itu. Dari semua pendukung teori tingkah laku, mungkin. teori Skinner-lah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar. Beberapa program pembelajaran seperti Teaching Machine, Mathematics, atau program-program lain yang memakai konsep stimulus, respon, dan faktor "penguat" (reinforcement), adalah contoh¬contoh program yang memanfaatkan teori Skinner ini.

G. Kritik Terhadap Teori Tingkah Laku
Sudah terang bahwa teori tingkah laku ini tidak bebas Bari lkritik. Teori tingkah laku ini dikritik karena sering tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks. sebab banyak hal di dunia pendidikan yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon.
Kita ambil contoh, suatu saat, seorang mahasiswa mau belajar giat setelah diberi stimulus tertentu. Tetapi karena satu dan lain hal, mahasiswa tersebut tiba-tiba tidak mau belajar lagi, padahal kepadanya sudah diberikan stimulus yang sama atau yang lebih balk dari itu. Di sinilah persoalannnya. ternyata teori tingkah lake ini dianggap tidak mampu menjelaskan alasan-alasan yang mengacaukan hubungan stimulus dan respon tersebut. Tentu saja kita dapat mengganti stimulus dengan stimulus lain sampai kita mendapatkan respon yang kita inginkan. Tetapi kita tahu hal ini belum menjawab pertanyaan yang sebenarnya.

H. Aliran Kognitif
Teori kognitif, sebaliknya, lebih rnementingkan proses belajar daripada hasii belajar itu sendiri. Bagi penganut aliran ini. belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon. Lebih dari itu, belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks teori ini sangat erat berhubungan dengan teori sibernetik.


I. Piaget
Menurut Jean Piaget (salah satu penganut aliran kognitif yang kuat), proses belajar sebenarnya terdiri tiga tahapan, yakni asimilasi, akomodasi, dan equilibrasi (penyeimbangan). Proses asimilasi adalah proses penyatuan (pengintegrasian) informasi baru. ke struktur kognitif yang sudah ada dalam benak mahasiswa. Proses akomodasi adalah penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Proses equilibrasi adalah penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi.
Katakanlah seorang mahasiswa yang sudah mengetahui prinsip penjumlahan. Jika dosennya memperkenalkan prinsip perkalian, maka proses pengintegrasian antara prinsip penjumlahan (yang sudah ada di benak mahasiswa) dengan prinsip perkalian (sebagai inforrnasi baru), inilah yang disebut proses asimilasi.

J. Ausubel
Menurut Ausubel, mahasiswa akan belajar dengan baik jika apa yang disebut "pengatur kemajuan. (belajar)" (Advance Organizers) didefinisikan dan dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada mahasiswa. Pengatur kemajuan belajar adalah konsep atau informasi umum yang mewadahi (rnencakup) semua isi pelajaran yang akan diajarkan kepada mahasiswa.

Ausubel percaya bahwa "advance organizers" dapat memberikan tiga macam manfaat, yakni:
1. dapat menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi pelajaran yang akan dipelajari oleh mahasiswa;
2. dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara apa yang sedang dipelajari mahasiswa "saat ini" dengan apa yang "akan" dipelajari; sedemikian rupa sehingga
3. mampu membantu mahasiswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah. Untuk itu, pengetahuan dosen terhadap isi mata pelajaran harus sangat baik. Hanya dengan demikian seorang dosen akan mampu menemukan informasi, yang menurut Ausubel "sangat abstrak, umum, dan inklusif", yang mewadahi apa yang akan diajarkan itu. Selain itu, logika berpikir dosen juga dituntut sebaik mungkin. Tanga memiliki logika berpikir yang baik, maka dosen akan kesuiitan memilah-milah materi pelajaran, merumuskannya dalam rumusan yang singkat dan padat. serta mendosentkan materi demi materi itu ke dalam struktur urutan yang logis dan mudah dipahami.

K. Bruner
Bruner mengusulkan teorinya yang disebut free discovery learning. Menurut teon ini, proses belajar akan bedalan dengan baik dan kreatif jika dcsen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menemukan suatu aturan (termasuk konsep, teori, definisi, dan sebagainya) melalui contoh-contoh yang menggambarkan (mewakili) aturan yang menjadi sumbernya.

L. Kritik Terhadap Teori Kognitif
Teori kognitif, terutama teori yang dikembangkan oleh Piaget, sexing dikritik karena sukar dipraktekkan (terutama di tingkat-tingkat lanjut). Selain itu, beberapa konsep tertentu (seperti intelejensia, belajar, atau pengetahuan) yang mendasari teori ini sukar dipahami, dan pemahaman itu sendiri pun masih belum tuntas.

M. Aliran Humanistik
Teori jenis ketiga adalah teori humanistik. Bagi penganut teori ini, proses belajar hares berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Dari keempat teori belajar, teori humanistik inilah yang paling abstrak, yang paling mendekati dunia filsafat daripada dunia
pendidikan.
Meskipun teori ini sangat menekankan pentingnya "isi" dari proses belajar, dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal.


N. Bloom dan Krathwohl
Dalam hal ini, Bloom dan Krathwohl menunjukkan apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh mahasiswa, yang tercakup dalam tiga kawasan, yaitu:

1. Kognitif, yang terdiri dari enam tingkatan:
• Pengetahuan (mengingat, menghafal);
• Pemahaman (menginterpretasikan);
• Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecahkan suatu masalah);
• Analisis (menjabarkan suatu konsep);
• Sintesis (menggabungkan bagian konsep menjadi suatu konsep utuh);
• Evaluasi (membandingkan nilai-nilai, ide, metode, dan sebagainya).

2. Psikomotor, yang terdiri dari lima tingkatan:
• Peniruan (menirukan gerak);
• Penggunaan (menggunakan konsep untuk melaku¬kan gerak;
• Ketepatan (melakukan gerak dengan benar);
• Perangkaian (melakukan beberapa gerakan sekaligus dengan benar);
• Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar).
3. Afektif, yang terdiri dari lima tingkatan:
• Pengenalan (ingin menerima, sadar akan adanya sesuatu);
• Merespon (aktif berpartisipasi);
• Penghargaan (menerima nilai-nilai, setia kepada nilai¬nilai tertentu);
• Pengorganisasian (menghubungkan-hubungkan n nil a nilai yang dipercayai);
• Pengamalan (menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidup).

Taksonomi Bloom, seperti yang telah kita ketahui, berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. Pala tingkatan yang lebih praktis, taksonorn! ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuan-tujuan belajar dalam bahasa yang mudah dipahami, operasional, serta dapat diukur.
Dari beberapa taksonomi belajar, mungkin taksonomi Bloom inilah yang paling populer (setidaknya di Indonesia).
O. Kolb
Sementara itu, seorang ahli lain yang bernama Kolb membagi tahapan belajar menjadi empat, yaitu:
1. Pengalaman Konkrit.
2. Pengamatan aktif dan reflektif.
3. Konseptualisasi.
4. Eksperimentasi aktif.

P. Honey dan Mumford
Berdasarkan teori Kolb ini, Honey dan Mumford membuat penggolongan mahasiswa. Menurut mereka, ada empat macaw atau tipe mahasiswa, yakni aktiuis, refiektor, teoris, dan pragmatic.
Mahasiswa tipe aktivis adalah mereka yang suka melibatkan din pada penglaman-pengalaman bare. Mereka cenderung berpikiran terbuka dan mudah diajak berdialog. Namun mahasiswa semacam ini biasanya kurang skeptis terhadap sesuatu. Ini kadangkala identik dengan sifat mudah percaya. -Dalam proses belajar, mereka menyukai metode yang mampu mendorong seseorang menemukan hal-hal baru, seperti brainstorming atau problem soloing. Tetapi mereka cepat merasa bosan dengan hal-hal yang memerlukan waktu lama dalam implementasi.

Q. Habermas
Habermas percaya bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan sesama manusia. Dengan asumsi ini, dia membagi tipe belajar menjadi tiga macaw, yaitu:
1. belajar teknis (technical learning):
2. belajar praktis (practical learning);
3. belajar emansipatoris (emancipatory learning).

Dalam "belajar teknis", mahasiswa belajar bagaimana berinteraksi dengan alarn sekelilingnya. Mereka berusaha menguasai dan mengelola alam dengan cara mempelajari keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk itu.
R. Krifik Terhadap Teori Humanistik
Teori humanistik Bering dikritik karena sifatnya yang terlalu deskriptif (meskipun sernua teori belajar sebenarnya bersifat deskriptif; lain dengan teori pembelajaran, atau disebut juga teori instruksional, yang lebih bersifat
preskriptif). Kelemahan lain adalah sukarnya menterjemahkan teori ini ke langkah-langkah yang lebih praktis dan konkrit.
Tapi, karena sifatnya yang deskriptif ituiah maka teori ini seolah member; arch proses belajar. Semua tujuan pendidikan bersifat ideal, dan teori humanistik inilah yang menjelaskan bagaimana tujuan ideal itu seharusnya.
Seperti teori-teori belajar yang lain, teori humanistik akan sangat membantu kita memahami proses belajar Berta melakukan proses belajar dalam dimensi yang lebih lugs, jika kita mampu menempatkannya pada konteks yang tepat.

S. Aliran Sibernetik
Teori belajar jenis keempat, mungkin yang paling baru dari semua teori belajar yang kita kenal, teori belajar ini adalah teori sibernetik. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu informasi. Menurut teori ini, belajar adlah pengolahan informasi.
Sekiias, teori ini mempunyai kesamaan dengan teori kognitif Yang mementingkan proses. Proses memang penting dalam teori sibernetik. Namur, yang lebih penting lagi adalah sistem informasi" yang diproses itu. Informasi inilah yang menentukan proses.

T. Landa
Menurut Landa, ada dua macam proses berpikir. Pertama disebut proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu target tertentu. Kedua adalah cara berpikir heuristik, yakni cara berpikir divergen, menuju ke beberapa target sekaligus.
Proses belajar akan berjalan dengan baik jika spa yang hendak dipelajari itu atau masalah yang hendak dipecahkan (atau dalam istilah yang lebih teknis: sistem informasi yang hendak dipelajari) diketahui ciri-cirinya. Satu hal lebih tepat disajikan dalam urutan teratur, linier, sekuensial, satu hal lain lebih tepat bila disajikan dalam bentuk "terbuka" dan memberi keleluasaan kepada mahasiswa untak berimajinasi dan berpikir.

U. Pask dan Scott
Pendekatan serialis Yang diusulkan oleh Pask dan Scott itu sama dengan pendekatan algoritmik. Namun, cara berpikir "menyeluruh" (Wholist) tidak sama dengan heuristik. cara berpikir menyeluruh adalah befikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke "gambaran Iengkap" sebuah sistem informasi. lbarat melihat lukisan bukan detil¬detil yang kita arnati lebih dahulu, tapi seluruh lukisan itu sekaligus, baru sesudah itu ke bagian-bagian yang lebih kecil.

V. Kritik Terhadap Teori sibernetik
Teori sibernetik dikritik, sebab tidak membahas proses belajar secara langsung sehingga hal ini menyulitkan penerapannya. Karena alasan ini pula, maka kita mendapat kesulitan untuk menggolongkan, apakah teori sibernetik ini lebih dekat ke teori konformis, atau ke teori liberal.
Jika teori humanis lebih, dekat ke dunia filsafat, teori sibernetik ini lebih dekat ke psikologi dan informasi. selain itu, pemahaman kita terhadap mekanisme ke: j4a utak Vang masih terbatas mengakibatkan pengetahuan kita tentang bagaimana infon-nisi itu diclah juga menjadi sangat terbatas.
Karena alasan ini pula, maka banyak pakar mendapat ilham untuk (makin) mengembangkan teori kognitif. Jika teori sibernetik lebih tertarik kepada kerja otak. Teori kognitif lebih tertarik kepada hasil kerja otak itu. Seperti kata seorang pakar kognitif: "untuk menemukan perhitungan akar 437, misalnya, apakah kita perlu tahu lebih dahulu bagaimana sebuah kalkulator bekeja?" Pendeknya, untuk mengembangkan suatu teori belajar, kita tak harus mengetahui seluk beluk kerja otak kita sampai ke detil-detilnya.

BAB II
PENUTUP

1. SIMPULAN

Dari teori-teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa belajar adalah suatu usaha untuk mendapatkan pengetahuan yang pengetahuan itu membuat seseorang yang tadinya tidak tau menjadi tau dan yang tau menjadi lebih tau yang diikuti perubahan tingkah laku akibat dari interaksi antara stimulus dan respon.

2. SARAN
Ilmu pengetahuan dan tegnologi semakin lama semakin berkembang, yang menuntut usaha keras agar kita tidak ketinggalan zaman. Jadi marilah kita sama-sama belajar dengan giat agar kita dapat memikul masa depan hingga Negara ini menjadi lebih baik dan kita dapat menghasilkan produk-produk penerus yang EXCELENT.